Tampilkan postingan dengan label People Close to Me - Tante Betty and Holly. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label People Close to Me - Tante Betty and Holly. Tampilkan semua postingan

11 Mei, 2009




Hari Ibu


Di setiap negara, Hari Ibu dirayakan pada waktu yang berbeda dan dengan maksud yang berbeda pula. Selain ada yang secara tradisional, ada pula yang merayakan Hari Ibu secara modern. Tetapi maknanya sama, yaitu: Menghormati arti seorang ibu dan mengungkapkan cinta anak kepada ibunya.


"Berbakti kepada orangtua sama dengan
memberi teladan kepada anak"

(~Master Cheng Yen~)



Mamie Bertha

Ide

Tante Betty


(Foto-foto dibuat oleh Oom saya tercinta, Suherman,
pada peringatan hari perkawinan emas
ema dan engkong, tahun '77 .
Terimakasih, Oom, sudah mengabadikan
peristiwa yang penuh arti bagi saya pribadi)



13 Maret, 2009




Can't Smile without You







You know I can't smile without you
I can't smile without you
I can't laugh and I can't sing
I'm finding it hard to do anything


You see I feel sad when you're sad
I feel glad when you're glad
If you only knew what I'm going through
I just can't smile without you


You came along just like a song
And brightened my day
Who would have believed
that you were part of a dream
Now it all seems like years away
And now you know


I can't smile without you
I can't smile without you
I can't laugh and I can't sing
I'm finding it hard to do anything


You see I feel sad when you're sad
I feel glad when you're glad
If you only knew what I'm going through
I just can't smile


Now some people say
happiness takes so very long to find
Well, I'm finding it hard
leaving your love behind me


And you see I can't smile without you
I can't smile without you
I can't laugh and I can't sing
I'm finding it hard to do anything


You see I feel glad when you're glad
I feel sad when you're sad
If you only knew what I'm going through
I just can't smile without you


(Barry Manilow)


25 Januari, 2009




Kalau mamie pinter masak





Tentunya kita pinter nunggu
masakannya matang!!


Happy Chinese New Year
May the blessed and prosperous new year
be all yours.




19 Januari, 2009


Foto-foto lama abadi
karya Oom Suherman



Wah, wah,
pasti tante Betty nih yang membantu
ide pakai kain-kebaya!!
Kalau ga salah, kebayanya juga
tante Betty yang bikin lho!...




Nyokap emang paling suka
pakai kain-kebaya!

(Kaya mojang Priyangan
apa kaya putri Solo?)




Siapa di gendongan??
Tahun??

Kenangan lama bersama

mamie Bertha, ema, Henny, Yuki kecil,
ide dan kukuh
.
Acaranya lupa, acara apa!
(Mungkin Golden Anniversary-nya ema?)




Kita di pangkuan siapa nih?



everyone pampering us



calon-calon foto model centil yang gagal...

bersama Eva



Sahabat-sahabat ortu kita
(Kita semua lahir ditolong oleh
ibu bidan yang duduk paling kiri)





16 Januari, 2009


Oom Suherman
yang tampan dan baik hati




Sejak kecil, saya tidak menyadari bahwa saya sungguh beruntung memiliki Oom yang tampan!

Hal ini baru saya sadari kira-kira 3 tahun lalu ketika saya memasuki kamar tante dan oom dan secara tidak sengaja, melihat foto pernikahan mereka yang digantung di dinding.


Saya amati..... Astaga!! Baru "nyadar" nih, Oom-ku ganteng bener!! Sungguh serasi benar berpasangan dengan tanteku yang cantik! Sampai sekarang saya lupa bertanya, berapa usia mereka ketika menikah itu. Bangga lho punya oom seganteng Oom Suherman; wah... apalagi anak-anaknya, pasti lebih bangga lagi!

Tidak heran mengapa anak-anak beliau (Henny dan Holly) dikaruniai kecantikan wajah yang sempurna. Mata indah dan besar, hidung mancung, bibir mungil, mirip sang ayah. Masing-masing Henny dan Holly punya kelebihan ciri fisik lainnya:
rambut indah Henny mirip ayahnya, "galing" atau berombak (bukan kriting hancur), sedangkan Holly punya kulit halus, putih seperti ibunya.



Menurut cerita yang saya dengar, Oom Suherman ini mempunyai pendidikan yang jauh lebih tinggi dari ayah saya. Dan memang Oom bisa membaca dan menulis serta berkomunikasi lisan dalam bahasa Mandarin. Pernah beberapa kali saya bertanya kepada beliau soal arti syair lagu Mandarin yang saya suka.

Oom teman ngobrol yang mengasyikkan. Minatnya cukup variatif, dan yang membuat saya kagum adalah "kerendahan hatinya". Walaupun beliau ahli dalam hal fotografi yang pernah menjadi profesinya ketika masih muda dulu, Oom saya yang ganteng dan halus tutur-katanya ini, ternyata mengagumi kemajuan teknologi fotografi, dan diakui bahwa pengetahuannya tentang hal ini masih jauh ketinggalan. Beliau mengamati dengan sangat teliti setiap foto yang dilihatnya, baik itu hasil foto digital jaman sekarang, ataupun gambar-gambar cetak di majalah modern.

Kalau baju-baju masa kecil dan remaja saya hampir semua dijahit oleh tante Betty-ku, maka dokumentasi foto sejak saya bayi, hingga saya remaja dan mulai dewasa, Oom Suherman-lah yang dengan telaten mengerjakannya.

Percaya tidak, foto-foto hitam-putih masa saya bayi sampai dewasa, hingga kini masih lekat menempel di album dan tidak berubah warna! (paling-paling sebagian dimakan kutu!)
Saya tahu, Oom selalu mengerjakannya sendiri. Beberapa kali ketika saya kecil, Oom bahkan mengundang saya ke laboratorium foto sederhana miliknya yang digunakan untuk "cuci dan cetak" foto. Wah, gelap banget... tapi mata kecil saya amat terpukau dengan keajaiban teknologi foto ketika itu. Berkali-kali saya bengong melihat kertas putih yang dicelupkan Oom ke dalam suatu cairan, kemudian digerak-gerakkannya sampai perlahan muncul gambar!!

Di mata yang bodoh ini, Oom saya adalah seorang yang luaarrrr biasa hebat (Two Thumbs Up lho!)! Bisa memunculkan gambar!



Saya sangat menyayangi Oom Suherman. Kadang kalau saya sedang makan di restoran Chinese, saya ingat kepadanya, ingiiiiin sekali mengajaknya bersantap bersama.

Perawakannya yang tidak pernah gemuk, justru menurut saya, suatu keberuntungan. Secara umum, Oom sehat. Dan demikianlah selalu yang saya doakan dan harapkan. Stay well and healthy, my dear uncle...

Terimakasih atas semua foto yang jumlahnya ribuan lembar. Tanpa Oom yang melakukannya, sekarang ini mungkin sudah banyak peristiwa yang tidak saya ingat lagi, seiring bertambahnya umur dan berkurangnya kemampuan buat mengingat. Photos help us remember a lot of forgotten things! So .... I am so lucky to have you!



08 Januari, 2009


Holly yang tidak pernah
jauh dari hati
orang-orang yang mengasihi
dan dikasihinya




Mata Holly yang indah

Kami besar bersama, di Serang, dan di Jakarta. Sejak kecil, Holly selalu menjadi "anak bawang" yang penurut. Tidak banyak omong, agak sedikit pemalu, dan selalu "manut".


Jadul di Puncak Pass:
Henny, ide, saya, Holly.
Kita anak-anak hampir selalu bertiga ya?
Ada aja yang dikerjakan, engga bete!



Ocean Park Hong Kong


Dulu, jari kelingkingnya pernah tergencet kayu yang kami pakai untuk main "njot2an". Adduhh, dasar anak-anak, ga tahu bahaya!
Untung kukunya copot dan tunbuh kembali dengan bagus, ya...


foto sama engkong

Kata yang tepat untuk melukiskan rasa kagum saya padanya adalah, dia: exceptionally ramah, rajin bekerja (rumahtangga maupun kantor), selalu siap membantu, tampil dengan gagasan-gagasan yang brilian, berani, semangat, tidak pernah mengeluh, sangat perhatian dan menyayangi keluarga serta kerabat dan teman-temannya, relijius, selalu berhati-hati dalam berkata agar tidak menyakiti hati orang lain, pemaaf, cute, funny, and the list goes on.



Holly bukan hanya menjadi kesayangan orangtua dan saudara kandung semata wayangnya, Henny, but she has also been a sweetheart to our nenek-kakek, orangtuaku, kerabat, dan teman-teman baiknya.


favourite little girl
to everybody



selalu ingin seperti ini!





Secara fisik, mungkin ada beberapa keluhan sakit (Pasti ini karena ia terlalu lelah, kurang istirahat), tapi justru seringkali ia lebih memperhatikan kesehatan orang lain daripada kesehatannya sendiri. Tugasnya baik di rumah maupun di kantor tidak jarang membuat Holly terserang flu, masuk angin dsb, tapi semua itu tidak menjadi halangan baginya untuk terus menjalankan apa yang harus dijalankan. Semangatnya ini membuat saya amat kagum!





Ia sangat menghormati orang yang lebih tua. She behaves, having good manners. Mungkin itulah yang membuat orangtua saya juga sangat menyayanginya...




Yang membuat saya sangat berterimakasih kepadanya dan tidak akan pernah melupakan ketulusan hatinya dalam menghormati ayah saya adalah, ia mencoba ikut hadir di sisi peti jenazah ayah saya ketika kawan-kawan membaca Paritta, padahal saya tahu benar, bahwa Holly adalah penganut Katholik yang taat.



Yang saya tidak tahu adalah, apakah ajaran agamanya tidak melarang hal tersebut. Tetapi saya yakin, ia tahu apa yang diperbuatnya, dan untuk itu saya serta keluarga amat sangat terharu akan hormatnya kepada alm. ayah saya yang kami semua panggil dengan sebutan Kukuh. Mungkin juga Holly meneladani sikap Yesus yang penuh cinta kasih dan tidak membeda-bedakan.




Kalau memang perbuatannya melanggar ajaran agamanya, semoga "dosa"nya bisa dimaafkan. Namun saya percaya, apa yang dikerjakan Holly dalam menghormati Kukuh merupakan bakti anak kepada ayahnya, dan mungkin beliau tersenyum di atas sana, berterimakasih kepada Holly. Semoga ia tidak merasa terpaksa melakukannya.



Dan beberapa belas tahun yang lalu, ketika saya jatuh sakit dan harus tinggal di rumah sakit, beberapa kali Holly selalu menyempatkan diri datang mengunjungi saya sepulang kerja. Ia sengaja melupakan lelahnya dan kantuknya hanya untuk dapat menjenguk, menghibur, bahkan memijat-mijat kaki saya hingga saya merasa keenakan dan kadang terlelap ketika ia masih terus melakukan hal itu!! Setiap pijatan tangannya yang mantap, saya rasakan kasih sayangnya....



Begitu juga setiap kali ibu saya harus dirawat di rumah sakit, tidak pernah Holly tidak datang menemani. Bahkan pernah beberapa kali ia ikut tidur di rumah sakit dan pergi ke kantor langsung dari situ! Bukan hanya itu, ia selalu saja datang dengan membawakan kami makanan. Saya tahu, semua itu ia kerjakan dengan setulus dan sepenuh hatinya karena kasihnya kepada kami.



Keahliannya dan ketangkasannya dalam memasak dan bekerja di dapur sudah menjadi buah bibir di keluarga besar kami. Mungkin juga di keluarga teman-teman yang mengetahuinya.



Saya merasa amat beruntung ketika dapat pergi dengannya ke Hongkong. Di sana bahkan Edwin pun (teman pena lama saya) masih sangat mengenalnya. Dia menyebutnya "Holly yang baik dan manis", seperti kesan yang diterimanya dulu ketika Edwin datang ke Indonesia ketika kami masih sangat muda.



Keramahannya pun segera mendapat tanggapan bersahabat dari istri Edwin. Mereka cepat akrab dan kelihatan menikmati perkenalan dan pertemanan itu. Saya amat senang dan bersyukur!



Dan bukan cuma dengan mereka Holly cepat akrab. Dengan cucu teman email saya, Pietro, pun demikian. Pietro berasal dari Italy, lalu ketika remaja Pietro hijrah ke Canberra untuk melanjutkan sekolah smabil bekerja. Bertemu dengan Lucia yang juga berasal dari Italy, mereka pun menikah. Saya mengenal mereka melalui internet sejak tahun 1999.




Saya kenalkan Holly dan tante Betty-ku kepada keluarga Pietro ini. Ternyata, Holly cepat sekali akrab dengan anak-anak manis, cucu Pietro. Mereka minta diperhatikan dan dimanja oleh Holly! Bagaimana mungkin itu terjadi? Tentu karena anak-anak yang masih sangat peka itu langsung bisa merasakan kasih sayang dan perhatian Holly, sehingga sinyal positif itu juga diterima secara positif oleh Juliana dan Marcus.





(Baby-talk mereka memang tidak terlalu mudah
untuk kita mengerti, tapi mereka sangat
berusaha untuk berkomunikasi,
terutama dengan Holly)



Sekarang, semakin jarang kami bertemu karena kami tinggal berjauhan dan juga karena kesibukannya di pekerjaan dan merawat kedua orangtuanya, tetapi semoga dengan adanya posting ini, kami tetap bisa saling mengenang saat-saat istimewa tersebut.



I am always looking forward
to seeing you again, Holly



03 Januari, 2009


Tante Betty
yang istimewa
di hati setiap orang




Selain cantik, beliau seorang sweet lady yang ramah dan feminin, tapi punya semangat dan keberanian lebih! Itulah keistimewaannya yang amat menonjol.

Keistimewaan lainnya sebagai wanita: Tante Betty pintar bikin berbagai hidangan lho, terutama yang tradisional. Keahliannya ini mungkin diwariskan oleh ibunya (nenek saya) yang engga pernah bosan bikin kue-kue tradisional yang enak buat para anak dan cucu!


Jadul: di Parung Panjang, Kab. Bogor
bersama nenekku


Tangan Tanteku ini memang bukan hanya "dingin" dan terampil dalam membuat kue dan hidangan makan, tapi juga dalam menanam segala jenis tanaman yang menjadi hobbynya: gardening! Seolah setiap pohon yang ditanamnya "excited" untuk keep growing dengan indah dan suburnya!! Sepertinya, tidak ada pohon yang terlihat kering, apalagi mati! Rumah dengan halamannya yang luas, penuh dihiasi oleh berbagai macam pohon, dari pohon pisang, mangga, sampai pohon-pohon hias yang mungil-mungil....


(Two sweet people in my life)

Kalau saya bertandang ke rumahnya, mata saya terasa sejuk dengan hijaunya pepohonan dan rapinya beliau menata isi rumah. Rasanya "ga pengen pulang"! Hehe...


(she is always a good companion)



Apalagi ketika ada sebuah rawa di halaman rumahnya ditumbuhi teratai pink!! Aduh, mak, Indahnya!! Pernah saya minta bibit dari rawa itu dan saya tanam di dalam pot besar, dimasukkan ke dalam kolam ikan. Hasilnya...... jauh dari yang diharapkan! :( Sedih deh!


(Although she is much younger than my mom,
Aunt Betty can always be trusted to take good care of her!)


(---and my mom always feels safe,
comfortable and happy
with Aunt Betty around!)



Keahlian lain sejak remajanya juga hebat : menjahit, cross-stitch, menyulam, bahkan membuat corsage, dsb. Jahitannya "awet" banget. Baju-baju masa kecil saya sampai remaja yang dijahit oleh beliau, percaya engga, sampe sekarang masih ada yang bisa digunakan oleh Nana, anak saya!!




Apalagi hasil sulamannya pada taplak meja dsb, wah, bikin hati ngiri aja, kok saya engga bisa seperti beliau!



dengan ci Yayan dan suami, Sydney

Beberapa tahun terakhir ini saya juga kagum dengan keterampilan origami angsa yang sangat cantik dibuatnya!



(She is a lucky woman, gifted with so many talents)



(Ngobrol dengan auntie,
selalu mengasyikkan!
Dimana pun!)


Keramahannya kepada setiap orang yang dijumpainya.. jangan ditanya lagi!! "Satu kota Serang" sudah tahu betul tentang itu. Pernah, ketika saya masih di SMP, ikut beliau ke pasar....



(I always treasure
every precious minute with Auntie ~
Darling Harbour)


Waduh, setiap pemilik atau penjaga toko di sepanjang jalan, begitu akrab mengenalnya!! Sampai-sampai saya bengong lho, bagaimana mungkin tanteku yang satu ini begitu populer, baik di kalangan yang sebaya, yang lebih tua, ataupun yang jauh lebih muda!!



(moments to remember-
Shenzhen's Window of the World)



Satu hal yang mengesankan adalah ketika saya kedatangan teman email dari Perancis, Michel dan istrinya Mado. Karena mereka ingin mengunjungi vihara Avalokitesvara di Banten, yang rupanya cukup terkenal sampai ke Perancis, saya ajak mereka mampir ke rumah tante Betty (dan Oom Herman, suaminya).



Michel yang genit dan Mado yang lembut


Biarpun tante Betty tidak berbahasa Inggris atau Perancis, anehnya Michel dan Mado dapat merasakan keramahan dan persahabatan tante Bettyku hanya melalui bahasa tubuh, senyum dan pancaran kebaikan dari wajahnya.



sisters


Suatu waktu ketika Michel sedang menikmati kue-kue tradisional, matanya menatap sebuah foto tante Betty ketika masih muda, mungkin sekitar usia di bawah 30. Di foto itu, tentu saja beliau sedang tersenyum manis. Dasar pria Perancis... Walaupun didampingi Mado, istrinya, Michel langsung bertanya, "Who is that beautiful lady?" ntah memang benar-benar tidak mengenali wajah muda tanteku, atau pura-pura tidak tahu!


Museum Nasional Canberra


Setelah saya bilang bahwa itu adalah my aunt ketika masih muda, langsung aja matanya berbinar, dan dia bilang, "If I had lived at her time, my story would have been different!" Sebegitu tanpa sungkannya dia berucap demikian walaupun Mado di sampingnya. Saya menggoda Mado, aduh suamimu itu terlalu terus terang! Gimana tuh? Perempuan Perancis, istri keduanya Michel itu (istri pertama cerai) hanya mengibaskan tangannya dan tersenyum! Tidak ada tanda-tanda rasa tidak senang di wajahnya!

Setelah saya beritahu tante Betty tentang apa yang dikatakan Michel, beliau juga tahu bagaimana menanggapinya: beliau mengacungkan jempolnya kepada Michel sambil bilang, "Udah tua juga, tampan!"
Wah, Michel kaya dapat angin segar dipuji begitu!

Beberapa foto di bawah ini menunjukkan betapa tante Betty ini mudah bergaul, cepat disenangi, dan gampang diajak bersahabat. Kendala bahasa tidak terlalu penting. Senyumannya saja sudah banyak mengganti komunikasi verbal!



with Lucia Caviattone ~ Canberra


even little children like Juliana,
Lucia's grand daughter, she just met,
would love her easily!


trying to communicate and
to show affection


Juliana and Marcus
were very close to Aunt Betty
and Holly


with Alan Wheatley ~ Melbourne

Sitting: Deki, Alan, Orietta
Standing: Aunt Betty, me, my mom


PS
Eh, anak-anak nenekku yang kesemuanya perempuan, cantik-cantik waktu mereka masih pada muda lho.... Mungkin kecantikannya diwariskan oleh nenekku yang memang cantik (bahkan ketika beliau udah berusia 70-an aja mengundang decak kagum teman-teman sekolah dan sekampus yang pernah bertemu dengannya dengan mengatakan: "Connie, kaya apa cantiknya oma waktu masih muda ya? Sekarang aja masih begitu cantik, kulit wajahnya masih kencang dan halus!" Wah, terimakasih, terimakasih, mesti lihat sendiri deh foto-foto waktu mudanya!)

Tapi, kasihan, nenekku engga terlalu beruntung karena punya satu cucu yang buruk-rupa, yaitu saya sendiri... hehehe. Bahkan saya pernah mendengar sendiri, seorang saudaraku mengatakan bahwa ibuku mungkin yang tercantik di antara anak-anak "Oma"... tapi kenapa anaknya yang perempuan (saya) kok paling jelek ya?... Eh, itu bukan penghinaan, tapi kenyataan. Dan saya berterimakasih sekali sudah "dicap" seperti itu oleh saudaraku itu, jadi untuk mengingatkan saya, bahwa saya harus "tahu diri", ya, jangan suka sok!!