07 Maret, 2009




Any place with you







is a nice place to be


Father...
Today I was missing you so much




Sometimes you come to my dreams.
You speak like you used to speak
You laugh like you used to laugh
I can still see you drink your coffee
and smoke your cigarettes...

I can even almost feel your presence
every time I long to see you
like today... when I was missing you so much.

May you be happy in your present life
May everyone who holds you dear to their hearts
know that you will always let
the pleasant memories of you live on.



You're my home







Whether near of far apart,

we'll always be

in each other's heart.





02 Maret, 2009





Soong Sisters
Dahulu patung lilinnya
di Sung Dynasty Village,
Hong Kong




(which is which)

Beauty and fame.
Sebutan yang cocok untuk ketiga wanita kakak-beradik Soong ini.

1. Soong Ai Ling.

Konon seorang wanita yang terkenal akan sebutan "cinta uang", mungkin jaman sekarang lebih populer dengan sebutan "matre". Ia menikah dengan H.H Kung, pria terkaya di China yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan.

2. Soong Ching Ling.

Ia "cinta China". Itulah sebabnya, mungkin, ia meikah dengan Dr. Sun Yat Sen, Bapak Bangsa Cina Modern. Tapi kalau tidak salah, Ching Ling ini bukan istri sah Sun Yat Sen, tetapi concubine (gundik)nya.

3. Soong May Ling.

Ia cinta "kekuasaan" yang mendampingi pemimpin Kuomintang, Chiang Kai Shek

Jadi benar kata-kata yang menggambarkan ketiga wanita hebat ini:

One loves money, one loves power, one loves the nation.

Engga percuma deh ayahnya (Charlie Soong) yang pendeta Metodhist berpendidikan Amerika dan sukses dalam bidang perbankan serta percetakan ini mempunyai tiga anak perempuan yang cantik, pandai, dan populer!




Kisah Empress Wu




Mungkin Sung Dynasty Village di Hong Kong lebih dari 13 tahun lalu ini adalah cikal-bakal Madam Tussauds yang ada sekarang. Sung Dynasty Village memang sudah tidak ada lagi, begitu juga mungkin dnegan patung-patung lilinnya. Tapi hal ini tidak membuat saya juga melupakan betapa kesan yang saya dapatkan dari Sung Dynasti dnegan segala atraksinya itu sangat dalam.

Salah satu figur yang saya sukai adalah Empess Wu Ze Tian (berkuasa pada Dinasti Tang, tahun 625-705. Dia adalah satu-satunya kaisar wanita di Cina. Pada jaman itu, sangat tidak lumrah seorang wanita bertindak seperti pria. Namun begitulah Wu Ze Tian yang bagi sebagian orang ia dianggap sebagai wanita haus kekuasaan. Bagi sebagian lainnya, ia adalah wanita kuat yang mengerjakan apa yang dikerjakan para kaisar pria di jamannya. Banyak juga yang berpendapat bahwa Empress Wu adalah kaisar yang memerintah dengan tangan besinya secara sangat efektif, dan pada saat yang sama, memberi rakyatnya kehidupan yang makmur, tenang dan damai.

Sebenarnya justru saat itulah dia mulai merombak tradisi lama, dimana wanita berhak mengerjakan apa yang biasa dikerjakan pria. Ia dilahirkan di keluarga yang cukup berada, dan di usia 13 tahun ia amat terkenal karena kepandaiannya dalam bidang menulis kaligrafi Cina klasik. Selain itu, kecerdikan dan kecantikannya begitu tersohor, sehingga ia pun masuk dalam jajaran calon selir kaisar Tai Tsung. Tidak perlu lama, kaisar pun menjadikannya selir favoritnya.

Tidak hanya itu. Selagi kaisar terbuai dnegan kepandaian, kecerdikan dan kecantikannya, Wu Ze Tian diam-diam melirik dan menyukai putra kaisar, Kao Tsung.
Ketika kaisar wafat, Kao Tsung menempati tahtanya. Saat itu Wu berusia 27 tahun dan menjadi selir Kao Tsung. Ia juga melahirkan beberapa putra yang diinginkan kaisar baru itu. Ia sangat berambisi menggantikan Kaisar suatu hari kelak. Dengan kecerdikannya, ia berhasil menyingkirkan permaisuri kaisar yang bernama Wang dengan cara menuduh permaisuri membunuh bayi perempuan yang dilahirkan Wu. Kaisar sangat mempercayai dusta Wang, padahal Wu sendiri yang membunuh bayi itu. Wang tergeser kedudukannya oleh Wu yang kemudian dinikahi sang kaisar untuk dijadikan permaisuri.

Lima tahun setelah dijadikan permaisuri, kaisar pun jatuh sakit, kakinya lumpuh. Saatnya Wu mengambil alih semua pekerjaan kaisar. Posisinya pun otomatis menyamai kaisar. Diam-diam ia membentuk satuan petugas rahasia yang tugasnya adalah mengawasi orang-orang yang menjadi lawannya. Bila ada yang menentang atau menghalangi maksud dan tujuannya, ia akan dipenjara atau dibunuh dengan sangat kejamnya, termasuk mantan permaisuri kaisar yang malang nian nasibnya.

Ketika Kao Tsung wafat, Wu berhasil menyingkirkan putra pertama, kedua, dan ketiga, dari kemungkinan menggantikan ayahnya. Justru putra bungsunya yang amat lemah dan bodoh yang dijadikan pengganti kaisar. Secara efektif, Wu berhasil memerintahkan putranya itu melakukan apapun yang diperintahnya.

Masa-masa itu juga Wu berhasil menrubah ajaran Kong Hu Cu yang secara tradisional membatasi gerak kaum wanita. Masa itu wanita mendapat tempat yang baik, bahkan di dalam bidang peradilan.

Putranya yang menjadi kaisar akhirnya mengundurkan diri, dan We Ze Tian memproklamirkan dirinya menjadi kaisar wanita pertama. Ia mengatakan bahwa seharusnya negara diatur oleh wanita, sebagaimana seorang ibu mengatur anak-anaknya.

Dibawah kekuasaannya, bidang pendidikan maju pesat. Angkatan bersenjata dikurangi, demikian juga pengaruh militer aristokrat. Pajak para petani juga dikurangi, produksi pertanian digalakkan. Ia berlaku adil pada semua bidang, dan menciptakan kerja bagi publik.

Di jaman keemasannya, ia menempatkan Buddhisme sebagai agama negara, mengalahkan posisi Taoisme. Karena itulah pada pemerintahannya, ia menggalakkan pertukaran cendekiawan Buddhis dengan negara lain sehingga Buddhisme mencapai kemajuan yang begitu pesat serta kejayaannya di bawah pemerintahan Wu Ze Tian.

Sayangnya, ketika ia tua, Wu menjadi sangat percaya tahayul dan penakut. Ini menjadi sasaran ejekan dari para petinggi kekaisaran serta orang-orang yang tidak begitu menyukainya.

Di usia 80, ia wafat. Putra ketiganya yang menggantikan tahta kekaisaran.

Cah Pocai







Sayur Pocai rasanya agak manis, berfungsi memelihara hati dan mengatasi sembelit. Dalam buku “Shi Liao Ben Cao” dikatakan, “pocai bermanfaat bagi lima organ dalam, melancarkan fungsi usus dan lambung, menetralkan racun arak."

Sayur pocai dapat melancarkan pengeluaran getah lambung dan pankreas, menambah nafsu makan dan membantu pencernaan. Selulosa (unsur serat) yang kaya juga dapat membantu kontraksi usus dan membantu buang air besar.

Tetapi kandungan asam oksalat pada sayur pocai tinggi, dapat mengganggu penyerapan kalsium, sebaiknya hindari konsumsi bersama tahu, zicai (sejenis ganggang merah yang dapat dimakan ) dan makanan sejenisnya yang mengandung kalsium tinggi, atau sebelum dimasak, direbus dengan air sejenak untuk mengurangi asam oksalat.

(Sumber: AyoVege.com)



Bahan:

300 gr Pocai, bersihkan, potong sesuai selera tetapi jangan terlalu pendek
Air untuk merebus Pocai
4 siung bawang putih, memarkan, cincang
1/2 sdt lada halus
Garam sesuai selera
Minyak untuk menumis
300 cc air panas
1 sdm tepung tapioka, larutkan dengan 2 sdm air.

Cara membuatnya:
1. Didihkan air dalam panci. Masukkan Pocai sampai terendam, rebus sejenak. Segera angkat dan tiriskan.

2. Tumis bumbu hingga harum. Masukkan 300 cc air panas. Tuangi larutan tapioka, aduk hingga kuah mengental.

3. Tata pocai rebus di piring, lalu siram dengan kuah yang sudah mengental tadi.

Sajikan PANAS



Every worthwhile thing in life

is won with hard work

and patience




Always have faith!

It will work out in time...



01 Maret, 2009


Stone Inlay Table Tops
Seni "Mughal"



Daun meja marmer bertahtakan berbagai macam
batu hias yang dibuat dengan
ketetampilan dan tingkat ketelitian
serta akurasi yang amat tinggi.


Kebetulan saja, karma baik membawa saya ke suatu tempat bernama Agra, India.

Begitu kaya dengan hasil seni. Salah satu yang menonjol dan sangat populer adalah Seni "Mughal", seni yang dihasilkan oleh tangan-tangan terampil yang menanam berbagai jenis batu semi-permata seperti: malachite, mutiara, agnate, batu-batu semi permata Itali dsb, ke dalam lempengan marmer, baik yang polos putih, hitam atau yang agak sedikit bermotif.

Pada beberapa desain, sehelai kelopak bunga, misalnya, memiliki 200 batu semi-permata ini yang di tanam ke dalam marmer di mana desain bunga dibentuk.


Luar biasa keterampilan dan ketelitian mereka yang membuatnya!

Penggosokan batu semi-permata
yang akan digunakan
dengan alat yang cukup sederhana.



Seni ini diturunkan oleh nenek-moyang mereka, yaitu para pengrajin di jaman pembuatan Taj Mahal dan Fatehpur Sikri. Sekarang ini, keturunannya melanjutkan seni tersebut dan desain yang mereka ciptakan juga semakin beraneka ragam.



Permintaan pasar dunia membuat pengrajin benda seni ini hidup terus.


Taj Mahal dan Fatehpur Sikri adalah dua bangunan yang menggunakan seni ini, yang unik dan eksklusif.

Daun meja bertahtakan batu semi-permata ini dibuat dalam berbagai bentuk dan ukuran serta desain tentunya sesuai dengan berbagai peruntukannya, bisa meja makan, meja kecil tempat minum teh/kopi, meja tamu, meja sudut, meja kantor untuk rapat, bahkan meja untuk bermain catur yang tentu saja motifnya adalah motif papan catur, dll.

Setelah memanjakan mata melihat-lihat daun meja yang indah-indah dan mahal itu, tiba-tiba saja saya melihat ruangan berisi berbagai patung dan benda hias lain yang juga dibuat dalam seni Mughal ini.

Saya kagum pada sebuah patung Buddha terbuat dari marmer hitam, dengan tubuh berhiaskan berbagai macam batuan cantik. Seolah tahu akan rasa kagum saya, my dear hubby serta-merta menawarkan apakah saya ingin membawa Buddha cantik itu ke rumah kami...




So pasti saya jawab mau!! Padahal harganya cukup mahal, dan cukup berat!! Bagaimana nanti mengemas dan membawanya ke Indonesia melalui New Delhi Airport yang sibuk dan ketat itu, adalah hal yang tampaknya bisa dipikirkan kemudian!

Akhirnya lolos juga patung ini. Dan sekarang sudah menempati rumah kami selama hampir 6 tahun! Setiap kali memandangnya, bukan hanya saya bersyukur bisa memilikinya, dan mengingatkan saya akan ajaran-ajaran Sang Buddha, tetapi juga tak pernah berhenti mengagumi tangan terampil orang Agra yang membuat seni "Inlay" permata Mughal ini...







Do not confuse




your vested interests with ethics.

Do not identify
the enemies of your privilege
with the enemies of humanity


(Max Lerner, "Actions and Passions"
1949)







Just The Way You Are




Don't go changing, trying to please me
You never let me down before
I don't imagine you're too familiar
And I don't see you anymore
I would not leave you in times of trouble
We never could have come this far
I took the good times, I'll take the bad times
I'll take you just the way you are

Don't go trying some new fashion
Don't change the color of your hair
You always have my unspoken passion
Although I might not seem to care

I don't want clever conversation
I don't want to work that hard
I just want some someone to talk to
I want you just the way you are.

I need to know that you will always be
The same old someone that I knew
What will it take till you believe in me
The way that I believe in you.

I said I love you and that's forever
And this I promise from my heart
I could not love you any better
I love you just the way you are.

(Barry White)







Ayam Goreng Margarin





Saya pakai istilah "Margarin" karena memang menggorengnya dengan Margarin, bukan dnegan Mentega. Tahu kan beda margarin dan mentega?

Kesukaan anak-anak! Mungkin karena aroma Jeruk Limau yang selalu menimbulkan selera makan!

Pilihlah ayam yang tidak terlalu besar supaya bumbu meresap sempurna. Saya pribadi lebih menyukai ayam ras karena hasilnya lebih empuk (sebaiknya kulit dibuang). Ayam kampung okay, tapi biasanya menjadi keras....
Mungkin ada saran bagaimana membuat ayam pada ayam goreng margarin ini terasa lebih lunak? I will appreciate suggestions coming from any of you.


Bahan:
1 ekor ayam, potong 10 bagian

Bahan untuk marinasi ayam: (lumuri ayam dengan bumbu ini, biarkan 1-2 jam)
1 sdt garam
1 sdt lada halus
4 siung bawang putih, diparut halus

Minyak goreng secukupnya untuk menggoreng ayam
3 sdm margarin
6 siung bawang putih, memarkan lalu cincang
75 gr bawang bombay, cincang kasar
1 sdt lada halus (sesuai selera)
1 potong kecil jahe, memarkan
1 sdm saus inggris
2 sdm kecap manis (sesuai selera)
garam bila perlu
2 buah jeruk limau, ambil airnya

Cara membuat:
1. Goreng potongan-potongan ayam hingga kuning kecoklatan, tiriskan.
2. Lelehkan margarin, biarkan panas. Masukkan bawang putih, bawang bombay, dan jahe. Aduk rata hingga harum.
3. Masukkan ayam goreng, kecap inggris, kecap manis, lada.
4. Setelah rata, matikan api, lalu tuang air jeruk limau. Aduk rata.

Sajikan selagi hangat.






Sambal Goreng Krecek





Sebenarnya saya engga begitu suka aroma krupuk kulit sapi, bahan dasar Sambal Goreng Krecek. Tapi apa boleh buat, hubby suka.... hehehe.

Supaya aroma krupuk kulit ini nyaris hilang, maka saya menambahkan serai dan daun purutnya agak banyak. Kebetulan saya punya pohon cabe rawit, jadi saya tambahkan rawit cukup banyak , supaya agak sedikit muncul aroma rawitnya, plus beberapa buah yang dibiarkan utuh, sebagai "pemanis" saja.

Bahan:

150 gr krupuk kulit sapi siap pakai. Pilih yang putih
350 ml santan dari 1 buah kelapa tua
2 sdm larutan asam jawa
4 lembar daun salam
6 lembar daun purut
12 buah cabe rawit merah dan hijau (sesuai selera), biarkan utuh

Bumbu memarkan:
1 potong lengkuas
6 tangkai serai
5 cabe rawit merah, buang biji

Bahan haluskan:
20 butir bawang merah
4 siung bawang putih
5 buah kemiri, sangan
6 buah cabe merah, buang biji
1 sdt terasi udang, bakar sampai harum
Garam dan gula merah, sesuai selera

Cara Membuatnya:

1. Tumis bumbu halus dan bumbu lainnya (kecuali larutan asam jawa) hingga harum. Tuangi santan. Aduk rata, dan biarkan mendidih sambil ditimba-timba. Masak terus dengan api sedang hingga santan agak mengental.

2. Masukkan krupuk kulit. Biarkan krupuk menyerap santan, sambil terus diaduk perlahan saja.

3. Bila kuah sudah terserap krecek semua, angkat, dan sajikan segera.




Seperti Orang Nepal?




Nana - 17 tahun


Kaget juga, ketika di Nepal,
tour guide melihat fotomu ini berkomentar,
"Is this your daughter?
Oh my! She looks so much like a Nepali !"

LOL

Memang orang Nepal banyak yang
wajah dan kulitnya seperti
orang Indonesia keturunan Chinese,
termasuk tour guide tersebut.
Mungkin leluhur mereka
kawin campur antara India and Tibet.

Nih, lihat fotonya si Karna Rana ini
ketika mengantar kami
mengunjungi tempat-tempat turis
di Kathmandu, Nepal.
Wajahnya benar-benar mirip
peranakan Chinese di Indonesia!





Lain lagi dengan papa.
Orang India, Tibet dan Nepal
menyangka bahwa papa adalah orang Jepang!

Hehehe