06 Februari, 2009


I am thankful




for the physical ugliness I was born with
because it means that
I would not be conceited or think
that people would like me
just because of my physical appearance

I am thankful
for my not-so-good intelligence
when I was at school
because that means
I should study much harder than
anybody else
who was more clever than I was.

I am thankful
for the disciplines
and restrictions that my father
brought me up with
because it means I had a father
who cared about my future,
about what kind of woman I should become
by living by the lessons he gave

I am thankful
for losing
my childhood fun with my school friends
but taking care of
my sick mother instead.
It means that I was lucky,
I could be with her when she needed me.

I am thankful
for someone I met in my life,

who would later be my hubby,
whose most characteristics were
(and still are) contradictory to mine,
because it means I had a chance
to learn how to tolerate
and love him for what he is

I am thankful
for the man I married,
born to a simple family that needed to work hard
to get something he wanted.
That means he would be a man
who appreciates every cent he earns
and uses it wisely

I am thankful
for raising my kids

without any babysitters,
because that means I had a lot of chances
to learn how to take care of kids
and watch them grow before my very eyes.

I am thankful
for all the pain I have gone through

that sometimes even I don't understand
why, as a weak person, I've at last had the ability
to cope with.

I am thankful
because without all of the pain

I would not have the courage
to face life,
and would not have appreciated
any gain and blessings I have been given,
even if those given, were the smallest ones.




05 Februari, 2009



Cumi Cah



Ananta sangat menyukai cumi, apapun cara pengolahannya. Tetapi resep yang satu ini yang paling digemarinya. Aroma cumi berpadu dengan sedikit kecap dan sayuran membuatnya makan dengan lahap.

Pemilihan sayuran biasanya yang Ananta suka, misalnya: wortel, sawi putih, cai sim, jamur merang, kadang ditambah jamur hitam (bok ji) dan putren/soleng muda.
Ananta kurang suka cabe, jadi di resep ini, cabe ditiadakan.

Bahan:

300 gr. cumi basah, buang kulit dan tulangnya. Bersihkan juga kepalanya dari tinta dan taringnya. Cumi dikerat-kerat di bagian dalamnya (tidak sampai putus). Marinasi kira-kira 30 menit dengan:
1 sdm air jeruk nipis
Garam secukupnya

Bumbu haluskan:
2 siung bawang putih
1/2 sdt lada putih

Sedikit minyak untuk menumis.
2 sdm kecap manis
1 sdt kecap ikan
2 gelas air panas

Bumbu larutkan:
1 sdm tepung tapioka
2 sdm air matang
1 sdm saus tiram
5 tetes minyak wijen
Sejumput gula putih

Sayuran potong/iris serasi:
1 buah wortel
3 lembar daun sawi putih
3 lembar daun caisim
200 gr jamur merang

Cara Membuatnya:
1. Tumis bumbu halus hingga beraroma.
2. Masukkan cumi yang telah dimarinasi. Biarkan menjadi kaku dan menggulung, lalu masukkan kecap manis dan kecap ikan. Aduk rata
3. Masukkan sayuran mulai dari yang keras hingga lunak, smabil terus diaduk. Masukkan air panas dan tuangi larutan tapioka. Tutup wajan hingga keluar asap.
4. Buka tutupnya. Aduk rata lagi. Hidangkan selagi panas





Conquering oneself



Tambah Gambar





Forgive my selfishness




If I hold you so tight
that means I don't want to lose you,

If I want you to hold my hand when we are walking
that means it's you I would always want to keep me company

If I say "I love only you"
that means I don't want to share my love with anybody else
the same way I don't want you to share yours with anyone else

Please forgive my selfishness





Mi Ayam





Selalu menjadi makanan selingan favorit keluarga!

Pagi, siang, sore malam, bahkan tengah malam sekalipun, Mi Ayam tampaknya selalu populer, mungkin hampir di setiap keluarga. Asal tersedia kaldu ayam, maka any time, kita tinggal memanaskan dan meyiramkannya pada mie serta perlengkapannya yang ditata dalam mangkuk. Mi siap disantap. Membuatnya sendiri, menjadikan saat makan mi mungkin lebih "melegakan", karena bikinan sendiri tentunya bebas MSG, dan perlengkapannya seperti caisim (sawi hijau), tumisan ayam, bakso dll, tentu saja banyaknya bisa disesuaikan. Tidak kurang ataupun berlebihan.

Untuk memilih mie segar, cari yang tidak berbau formalin. Bagi penderita sakit Maag yang tidak diperkenankan menyantap mi karena mengandung air khi/air abu, mi bisa diganti dengan bihun.
Bihun kering harus diseduh dulu dengan air matang, lalu diberi sedikit minyak.


Bahan:
1/2 kg mie basah. Cuci bersih. Tiriskan.
1/4 kg cai sim, potong-potong serasi

Bahan ayam:
1 dada ayam, buang kulitnya, cincang.
3 siung bawang putih, haluskan
1/2 sdt lada (sesuai selera)
Gram sesuai selera
2 batang daun bawang, iris tipis
2 sdm kecap manis (sesuai selera)
1/2 sdm saus tiram
1/2 sdm kecap ikan (sesuai selera)
Sedikit minyak goreng untuk menumis
1 gelas air mendidih

Bumbu Mi per mangkuk mi:
(Buat minyak bawang putih) dari
1 siung bawang putih
2 sdm minyak goreng
Tumis sampai bawang putih kekuningan. Sisihkan bawangnya, ambil minyak untuk semangkuk mi.

Pelengkap lain:
5 buah bakso ayam (per mangkuk) - masukkan ke dalam kaldu mendidih
1 sdt daun bawang iris,
1 sdt bawang goreng

Kuah mi ayam:
2 liter air, didihkan, masukkan tulang belulang ayam. Biarkan 2 jam hingga kuah agak mengental. Masukkan garam dan lada. Sisihkan atau biarkan di atas kompor dengan api kecil saja.

Cara membuatnya:
1. Bahan ayam:
Tumis bumbu hingga harum. Masukkan daging cincang ayam, daun bawang, kecap manis, kecap ikan, hingga daging mengeras. Siram dengan air mendidih. Sisihkan.

2. Siapkan mangkuk saji. Masukkan Bumbu Mi ke dalamnya.

3. Rebus mi dalam air mendidih hingga mengapung. Tiriskan. Masukkan ke dalam mangkuk saji yang sudah berbumbu. Aduk mi sampai rata. Sementara itu, masukkan caisim ke dalam air rebusan. Angkat bila sudah matang. Tiriskan, lalu bubuhkan ke dalam mangkuk mi beserta ayammya dan pelengkap lainnya.

4. Sajikan panas dengan kuah mi.






Balado Udang





Ayahku sangat menyukai apapun yang berbau Sea Food. Salah satunya adalah Balado Udang semacam ini. Sayangnya giginya sudah tidak banyak lagi, sehingga yang saya gunakan adalah udang jerbung untuk memasak masakan ini, supaya beliau bisa mengupas kulitnya dan memakan daging udangnya dengan mudah.
Bagi kita yang masih mempunyai gigi utuh, lebih enak menggunakan udang peci saja. Bumbu lebih meresap ketimbang udang jerbung.

Bahan:
500 gr udang, bersihkan, buang kepalanya, tinggalkan ekornya.
Sedikit minyak goreng untuk menumis

Bumbu Tumbuk Kasar:
8 biji bawang merah
200 gr. cabe merah (sesuai selera! Dan kalau suka cabe keriting, ganti cabe merah biasa dengan cabe keriting)


Garam sesuai selera
Gula merah atau gula pasir sesuai selera

3 batang serai, memarkan
3 lembar daun purut, buarkan utuh
2 sdm air jeruk nipis (Kalau suka aroma asam jawa, ganti dnegan asam jawa yang dilarutkan)

Cara Membuatnya:
1. Tumis bumbu kasar, garam, gula, serai dan daun purut hingga muncul aromanya.
2. Masukkan udang, aduk rata hingga udang berubah warna.
3. Masukkan air jeruk nipis/larutan asam jawa. Aduk rata.
4. Sajikan hangat

Catatan:
Bila suka aroma petai, gunakan 1 atau 2 batang petai, mentah ataupun digoreng dulu, kemudian masukkan ketika tumisan bumbu sudah mengeluarkan aroma.





Words




Words themselves have no tangible weight,
but a careless remark
can weigh people's hearts down


(Master Cheng Yen)



03 Februari, 2009



Talam Hijau




Hmmm, harumnya, Hmm legitnya!
Paduan aroma pandan, daun suji, santan, gula jawa, vanili! KLOP !
Resep ini adalah resep otentik dari nenek.
Tepung sagu yang dipakai biasanya yang Cap BOENGA. Kalau tidak tersedia, gunakan sagu cap Tani.


Bahan bagian bawah:
4 gelas tepung beras
1 gelas tepung sagu
5 cup santan cair dari 1 kelapa
garam sesuai selera
2 helai daun pandan
10 lembar daun suji, ditumbuk. Tuangi santan encer sedikit-sedikit sambil diremas-remas. lalu masukkan 1 sdt kapur sirih (larutkan dulu dengan sedikit air). Kocok dengan tangan, buang busanya. Masak hingga mendidih dengan daun pandan dan garam. Saring. Sisihkan. Biarkan hangat-hangat kuku.

Bahan bagian atas:
100 gram gula jawa (boleh tambah gula pasir sesuai selera), masak dengan sedikit santan cair dan garam.
1 cup santan kental (ambil lebih dahulu sebelum membuat santan cair untuk Bahan bagian bawah)
garam sesuai selera
1 sdm mucung tepung sagu
2 sdm mucung tepung beras

Cara Membuatnya:

Bahan bagian bawah:
1. Campur tepung beras dan tepung sagu menjadi satu. Tuangi santan hijau yang sudah hangat-hangat kuku. Aduk rata hingga adonan cukup lemas untuk dipulung. Uleni terus sambil siram dengan sisa santan sampai adonan bisa diaduk dengan sendok sayur. Sisihkan.

Bahan bagian atas:
2. Campur tepung beras dan tepung sagu. Beri garam. Tuangkan santan bergula jawa sambil diaduk rata.

Sementara itu siapkan:
Langseng diisi air secukupnya. Masukkan beberapa mangkuk kecil (ciu cing) ke dalamnya, lalu panaskan.

Lapisan bagian bawah:
Setelah panas, tuang adonan suji (adonan untuk bagian bawah) ke dalam setiap ciu cing hingga kira-kira 1/3 bagian. Tutup langseng dan biarkan adonan dikukus hingga matang.

Lapisan Bagian Atas:
a. Masukkan adonan bergula jawa di atas adonan suji yang sudah matang, hingga hampir mencapai permukaan ciu cing . Kukus kembali hingga matang.

b. Angkat dan biarkan dingin. Setelah dingin, keluarkan kue talam dari ciu cing dengan bantuan ujung gagang sendok yang tipis.

CATATAN:
Saya biasa menggunakan tepung sagu sedikit lebih banyak untuk lapisan bagian atas agar mendapatkan kekenyalan yang lebih terasa.




02 Februari, 2009



Membuat sawi asin sendiri






Sebenarnya saya lebih suka membeli sawi asin siap pakai di pasar atau supermarket. Sayangnya, pernah suatu kali saya lihat bagaimana "jorok"nya tukang sayur asin memperlakukan sayur asin yang mereka siap jual. Wah, saya tidak bisa bercerita disini. Bisa-bisa kalian tidak mau lagi membeli sawi asin seperti itu. Membayangkannya saja sudah "ampun deh"... :))

Maka sejak saat itu (kira-kira 8 tahun lalu) saya selalu membuatnya sendiri. Repot sedikit tidak apa-apa. Yang penting: Lebih aman, bersih, tidak menggunakan pengawet, penyedap dsb...






Bahan:


3 kg sawi pahit (kua cai), cuci bersih. Jangan dilepaskan dari bonggolnya. Cukup buang bagian akar saja. Tiriskan.

Rebus:
2 sdm tepung sagu
1 genggam beras
7 liter air
(Setelah mendidih, angkat, lalu saring dan dinginkan. Ini untuk kuah)

Tampah anyaman bambu
1 piring makan garam dapur
Tali plastik secikupnya, untuk mengikat

Cara Membuatnya:
1. 1 bonggol sawi pahit yang sudah ditiriskan diletakkan di atas tampah, ditaburi garam, lalu di"gilas-gilas" dengan tangan, dengan gerakan seperti kita mencuci baju di atas penggilas. Lakukan terus sambil sebentar-sebentar ditambahkan garamnya, hingga sawi menjadi layu dan lemas. Teruskan dengan bonggol berikutnya.

2. Setelah semua sawi selesai digilas, cuci seluruhnya dalam air yang mengalir, hingga benar-benar bersih.

3. Tumpuk 2 bonggol sawi menjadi satu, tekuk lalu ikat dengan tali plastik. Buat demikian hingga semua sawi terikat rapi.

4. Sediakan wadah seperti panci email atau ples beling. Letakkan satu per satu di dalamnya.

5. Siram kuah rebusan yang sudah dingin ke dalam wadah sawi. Tutup rapat, dan biarkan hingga 4-5 hari hingga aroma dan rasa asamnya muncul.

6. Simpan dalam lemari pendingin. Sawi asin siap digunakan kapan saja.


Happy birthday
to Henny




You are more than my cousin--
you are my "forever" friend--



You are my cousin
because that's the way it happened to be--

You are my lifetime friend
because of the beauty inside you

I can't tell you how lucky I feel
that you are both of them to me
And that we can be as close
as we have always been

Hope you have the best birthday ever!


February 2nd 2009





What does "YOU" mean to me?


"You" means

someone who understands,
overlooks my weaknesses,
and praises even my smallest achievements
.