31 Januari, 2009


Ayam Bekakak




Sedang teringat masa kecil, ketika saya melihat ibu membuat Ayam Bekakak untuk keperluan "slametan", baik slametan yang berhubungan dengan "syukuran" atas sesuatu yang sudah dicapai atau didapat, ataupun yang berhubungan dengan ritual tradisi keluarga.

Biasanya dibuat "plain", tetapi sering juga dibuat dengan memperkaya bumbu.

Bahan:

1 ekor ayam (sebaiknya ayam buras - Kalau menggunakan ayam ras, buang kulit dan lemaknya. Kalau suka, biarkan utuh kepala ayam sampai dengan cekernya. Belah membujur hingga dada ayam terbuka. Agar lebih terbuka, telungkupkan ayam, lalu tekan bagian tengahnya. Lumuri dengan air jeruk nipis dan garam, Semat dengan tusukan sate agar ayam tidak melengkung ketika dibakar). Biarkan kira-kira 1 jam.

2 atau 3 sdm minyak sayur (jangan pakai minyak jelantah)
3 batang serai, memarkan
5 lembar daun jeruk purut segar, sobek-sobek
400 ml santan kental dari sebuah kelapa tua
1 liter santan encer
larutan asam jawa (sesuai selera)

Bumbu Haluskan:
8 butir bawang merah
2 siung bawang putih
5 cabe merah, buang biji
8 butir kemiri
1 potong kunyit (kira-kira 4 atau 5 cm)
2 sdm ketumbar sangan, haluskan dan saring
Dua iris lengkuas
Dua iris jahe
Garam dan Gula merah sesuai selera

Bara api untuk memanggang

Cara Membuat:
1. Tumis bumbu halus dengan serai dan daun purut hingga tercium aromanya.
2. Masukkan santan encer. Biarkan emndidih dengan api kecil saja hingga agak mengental.
3. Masukkan ayam yang telah disemat lidi. Masak terus hingga sebagian kuah terserap ayam.
4. Masukkan santan kental, teruskan memasak hingga ayam benar-benar matang.
5. Panggang ayam di atas bara api, balik-balik sambil mengoleskan sisa bumbu pada ayam.

Sajikan selagi hangat dan harum dengan sambal bajak atau samblas terasi dan lalapan.


Kenangan Bersama Mado





dan Michel




Datang dari jauh, Laon, Perancis, Mado dan Michel mulai menginjakkan kakinya di Jakarta-Tangerang dengan terpesona melihat banyaknya supermarket "Carrefour"! "It is French, but we have onely one Carrefour even in Paris! There is no Carrefour in Laon. What a surprising thing!" Hehehe, dia engga tahu, orang Indonesia gemar belanja! Juga si Oom yang kata keluarga saya masih terlihat "ganteng" di usia tuanya ini, senang sekali berada di tengah orang-orang kita yang jauh dari kesan "hebring".... Dia senang duduk-duduk bersama pera tukang dagang di Pasar Lama, Tangerang, di tempat duduk mereka yang lumayan dekil dalam suasana "bau keringat"... Para pedagang juga ramah menyapa "Hello Mister!" yang membuat Michel senyum lebar sambil melambaikan tangannya ke arah mereka.

"I am surprised, so many people here look so friendly to me. It's so different from what you may find in France where most people show frowns more, making them look so ugly!", begitu kata Michel, sambil memperagakan bagaimana wajah orang-orang Perancis yang tidak ramah, membuat saya terpingkal-pingkal. Bisa aja tuh si Michel! Tapi kemudian hal itu dibenarkan oleh istrinya.

Waktu saya ke Perancis, tidak memperhatikan apakah orang-orangnya cemberut atau ramah. Yang saya lihat sih, perempuan Perancis lebih cantik daripada perempuan Italy, dan laki-laki Italy lebih tampan daripada laki-laki Perancis!

Satu komentar Michel yang saya tidak akan lupa:

"I thought Indonesia was a poor country like I read in newspaper, but oh, so many people going to big malls ! I was surprised!"

Makanya, Michel, kamu tuh jangan asal percaya apa yang ditulis di newspaper. Ehipassiko, doong.. (Datang dan lihatlah sendiri). Nah sekarang udah tahu kan sesungguhnya kaya apa?
(Padahal, sssssstttttt, yang datang ke mall kan engga semuanya belanja, banyak juga yang window shopping aja, atau sekedar masuk buat mendapatkan sejuknya AC sambil duduk-duduk, ngobrol, daripada di luar.... panas!)





You're my best friends,
and will always be.



Remember that
Not getting what you want
is sometimes a wonderful stroke of luck





Resolve to perform what you ought;
Perform without fail what you resolve.






Some people say
when you smile
you are 10 years younger



Could be true!

I think I smile less than you do,
that's why they say
I look much older than you do.





Selamat Tahun Baru Imlek




Secara pribadi, artinya: saya dan keluarga, tidak merayakan Imlek secara khusus, apalagi memakai baju baru atau mengganti apapun yang lama dengan yang baru.

Tidak ada sesuatu yang istimewa di hari ini, tidak ada pesta atau perayaan, termasuk hidangan yang dimasak ataupun secara sengaja mempersiapkan kue-kue Imlek. Semua berjalan seperti hari-hari biasa. Bahkan anak-anak saya pun menjalankan rutinitasnya seperti di hari libur biasa: bermain komputer, nonton DVD, atau sekedar dudk-duduk membaca.


Tahun Baru tanpa baju baru

Yang membedakan adalah, setelah jam 7 pagi, kami sekeluarga akan menyempatkan diri mengunjungi para tetua untuk mengucapkan "Selamat Tahun baru Imlek". Aktifitas ini menyenangkan karena pada saat-saat seperti itu, saya akan bertemu begitu banyak kerabat dan handai taulan yang belum tentu saya bisa jumpai pada hari-hari libur biasa. Bercerita, bercanda, mencicipi hidangan yang tersaji dsb. adalah acara yang selalu berlangsung di rumah kakak kedua Deki, di kawasan kelapa Gading.

Begitulah Imlek bagi kami sekeluarga. Hal positif yang didapat adalah: semakin eratnya hubungan persaudaraan di antara kami.



Selamat Tahun baru Imlek.
Banyak rejeki, banyak teman, tetap sehat dan sejahtera!





Oseng Pare





Kegemaranku, tiada duanya!
Cukup makan dengan satu hidangan ini saja, bisa membuat saya makan penuh nafsu!

Bahan:

2 buah pare, iris-iris. Beri garam, aduk-aduk (tidak diremas!). Tunggu beberapa menit, buang airnya. Sisihkan.


Bahan (haluskan)

2 buah bawang merah

1 siung bawang putih

1 buah tomat sedang besarnya, buang biji.

1 potong kecil terasi, bakar


Potong bulat kasar:

Cabe merah buang biji

Cabe hijau buang biji


Memarkan:

1 potong lengkuas

1 batang serai

2 lembar daun salam, biarkan utuh

Garam, gula jawa sesuai selera

½ gelas air panas

Cara Membuatnya:

  1. Tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan bumbu lain. Aduk rata.
  2. Masukkan pare, aduk rata kembali, lalu tuangi air panas. Tutup wajan hingga keluar asap/mendidih.
  3. Angkat. Hidangkan dengan nasi panas.

4 porsi




Fish, Animals, Plants have been
Your Fascination





We only have a very small lot for a garden.
You and I may not have the same taste
about what a garden should be like.






But before you decided
what you would have in the garden,
you asked me to decide what
I myself would have there.
Then you helped me with the designing,
choosing the stones,
and where they should suitably be put.





Then your turn to colour the garden
with the waterfall, and the kinds of fish you chose.
And now when someone comes
and sits watching the small garden,
they will smile and say,
"It's nice to sit here watching the fish and
listening to the waterfall".






And on weekends, you also love doing something
at the garden or just sitting there for hours,
doing nothing but watching the fish swim.



I've learned that
since you were a little child,
your life has been so close with nature,
animals, especially fish and dogs!







May Mother Nature also love you
so much as you do her




30 Januari, 2009




Tumis Polos Kacang Panjang





Saya selalu menggoreng kacang panjang terlebih dahulu, sebentar saja lalu tiriskan, untuk mendapatkan warna kacang panjang yang segar, jadi tidak perlu terlalu lama menumisnya, namun kacang panjang sudah terasa lunak..

Saya tidak menggunakan bawang merah, agar warna hijau tidak berubah menjadi kebiruan.

Cocok bagi para vegetarian

Bahan:

1 piring kacang panjang, potong serasi

2 bawang putih, memarkan lalu cincang halus.

1 buah cabe merah (sesuai selera), buang biji, iris serong itipis

sedikit minyak untuk menumis

1/2 gelas air panas

garam sesuai selera

Cara membuatnya

1. Tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan kacang panjang, beri garam, aduk rata.

2. Siram dengan air panas. Tutup wajan. Bila sudah keluar asapnya, segera angkat







A spiritual friend
is a good mirror



He is frank and sees you not without your faults.
He voices them out to you
Not out of complaint but of concern for
your spiritual well-being


(The Buddha)








When you are
so seriously doing something



focusing on something,
watching tv, movies, reading etc,
even my presence there
cannot attract your attention!








Urap Daun Mangkokan





Daun Mangkokan memang tidak populer dikonsumsi oleh masyarakat non-Sunda, walaupun daun ini terkenal kaya antioksidan. Orang Sunda bahkan biasa mengonsumsinya sebagai lalap yang dikukus lebih dahulu, apalagi bila mengukusnya dicampur dengan daun kedondong hias. Tetapi tidak ada salahnya bila masakan ini Anda coba dengan berbagai variasi daun-daunan atau sayuran lain, seperti wortel, kacang panjang, kecipir, dll.

Bahan diblansir:
100 gr daun mangkokan, potong serasi
100 gr labu siam, potong seperti korek api
100 gr. daun kol, potong serasi

Bahan dihaluskan:
5 butir bawang merah,
3 cabe merah (sesuai selera) buang biji
1 potong kencur (sesuai selera)
5 biji kemiri
1 potong terasi udang, bakar
garam, gula merah atau gula putih (sesuai selera)
1 sdt air jeruk limau
1 sdm air asam jawa
4 lembar daun purut (iris halus)
2 lembar duan salam, biarkan utuh
3 batang serai, memarkan

1 buah kelapa cukup muda (tidak terlalu muda), parut memanjang, disangan hingga kuning

Cara Membuatnya:
1. Tumis bumbu halus beserta irisan daun purut, daun salam, serai, hingga harum. Masukkan kelapa sangan. Aduk terus hingga rata

2. Masukkan bahan yang sudah diblansir. Aduk rata.

3. Sesaat sebelum diangkat, masukkan larutan asam jawa dan air limau. Aduk rata kembali.

(Urap harus terasa asin, asam, manis)

Terong Bumbu Sechuan




Sebaiknya terong yang digunakan untuk masakan ini ialah terong Jepang, atau Nasubi. Saya menggunakan terong biasa. Bedanya, terong biasa lebih cepat lunak bila dimasak, sedangkan Nasubi tidak. Untuk ketimun, sebaiknya gunakan timun Zucchini yang juga berdaging tebal dan tidak cepat lunak bila dimasak. Banyaknya cabai kering dengan aroma menyengat sebaiknya disesuaikan dengan selera

Bahan:
1 buah Nasubi, potong-potong serasi (goreng beserta kulitnya, sebentar saja, lalu tiriskan)
Untuk mengurangi asupan lemak, saya tidak menggorengnya tetapi memanggang atau menyangannya. Tetapi cara ini kurang menghasilkan terong yang gurih.
1 buah zucchini, potong serasi beserta kulitnya.
1/2 butir bawang bombay, lepaskan kelopak-kelopaknya, iris memanjang

Bahan haluskan:
3 butir bawang merah
2 siung bawang putih
1 cabe merah segar, buang bijinya
1/2 sdm udang kering/ebi
1 potong kecil jahe
3 cabe kering atau sesuai selera, rendam air panas, lalu tiriskan
garam dan gula merah sesuai selera

Larutkan dan campur:
1 sdt tepung tapioka
sedikit air dingin
1/2 sdm saus tiram
3-5 tetes minyak wijen
gula pasir atau kecap manis sesuai selera.

Sedikit minyak untuk menumis
3/4 gelas air panas

Cara memasak:
1. Tumis bumbu halus hingga harum
2. Masukkan bawang bombai, aduk rata hingga matang
3. Masukkan terong dan zucchini. Aduk rata. Beri air panas. Aduk terus hingga zucchini dan terong cukup matang (tapi tidak terlalu lunak)
4. Sesaat sebelum diangkat, masukkan larutan tapioka. Aduk hingga kuah mengental.

4-5 porsi




29 Januari, 2009



Dear Nana,




The greatest thing in the world
is not so much where we are,
but in what direction
we are moving.

I am glad you knew
you would have to move on
And that means
you did a great thing!



Aduh repot amat ya...


Ini foto beberapa tahun lalu, ketika papa ultah. Rambut masih hitam, tebal, mengkilat


dan yang ini:

uban mulai banyak tumbuh, proses penuaan pun berjalan wajar...




Yes, you are getting older
but wiser
!





Take into account




that great love and great achievements
involve great risk


(The Dalai Lama)






Ibu Guruku Sayang



Ada dua orang ibu guru yang begitu berkenan di hati saya. Selain jasanya sebagai pendidik, beliau-beliau juga menjadi panutan sejati bagi saya. Mungkin justru karena contoh yang mereka tunjukkan kepada saya, membuat saya ingin mengikuti jejaknya, yaitu menjadi guru. Apa yang mereka lakukan bagi anak-anak didiknya, mengantarkan saya pada kuliah di IKIP Jakarta.


Ibu Murti
Ntah sekarang beliau ada di mana
dan bagaimana kabarnya.
Terakhir saya berjumpa dengannya di Labuan,
di SD Katholik yang dipimpinnya
bersama suami tercinta.



Dari Ibu Murti, saya belajar tentang "kesabaran". Bahwa guru yang sabar seperti beliau, sangat disayang dan dihormati anak-anak muridnya. Gaya bicaranya yang khas Yogyakarta, terdengar lembut di telinga, tanpa mengurangi kesan wibawanya.

Bukan hanya manis wajahnya, sikapnya pun membuat keluarga saya amat menghormatinya. Wajah Timurnya benar-benar menyejukkan hati. Bahkan kalau saya sedang sedih karena nilai yang kurang bagus, Ibu Murti akan memandang saya dengan matanya yang indah, menghibur dengan mengatakan, "Sebenarnya kamu pandai. Belajar lebih giat lagi tentu bisa membuatmu mendapat angka lebih bagus lagi". Begitu kata-katanya yang tidak dapat saya lupakan. Kata-kata yang diucapkan seperti seorang ibu kepada anak kandungnya.

Tawanya yang juga "manis didengar", membuat saya kadang rindu ingin bertemu lagi dengannya dan bercanda. Saya ingin sekali menggodanya dengan mengingatkannya pada waktu beliau sering meminta saya memasukkan surat-suratnya untuk calon suaminya di Labuan, propinsi Banten (sekarang). Tentu saja saat-saat itu adalah saat-saat dimana ibu guruku yang baik hati ini sedang "berpacaran". Dan kami, murid-muridnya, tahu semua...

Ibu Murti memang pantas mencintai dan dicintai suaminya karena suaminya juga pria yang sangat santun, sabar dan baik hati, sifat yang juga dimiliki Ibu Murti. Kelihatan sekali beliau sangat mencintai Ibu Murti. Itu membuat anak-anak murid seperti saya, lega dan ikut gembira.





Ibu guru kami yang istimewa
di kelas V,
SD Mardiyuana, Serang



Ibu Suwarti
Guru Kelas VI
Foto bersama sahabat-sahabat
(dari kiri)
Lilis, Ong Hong Liu, saya, Ernie Wiriawan




Ibu Suwarti.
Tidak pernah saya menemukan seorang guru yang begitu tegas, lugas, "gesit", energetic, seperti beliau. Walaupun demikian, gaya feminin dan keibuannya begitu menonjol. Rambutnya yang panjang ekor-kuda hingga melewati pinggang, merupakan bagian lain dari daya tariknya ketika mengajar, karena rambut ekor-kudanya akan terombang-ambing indah mengikuti gerak kepalanya. Saya paling suka dengan caranya mengajar menyanyi. Suaranya keren lho! Kalau mengajar lagu wajib, wah Ibu Warti (begitu kami memanggilnya) bersemangat sekali, sehingga anak-anak ikut terbawa semangatnya. Dan (saya masih ingat betul), bu Warti menyanyi dengan lembut, emosional, ketika pertama kali kami diajarkan lagu Sayonara dalam bahasa Inggris:

"Sayonara, Japanese Goodbye
Goodbye, Sayonara, but you musn't cry
No more we stop to see pretty cherry blossoms
No more we 'neath the trees looking at the sky

Sayonara, if it must be so
Whisper sayonara, smiling as we go
No more we stop to see pretty cherry blossoms
No more we 'neath the trees looking at the sky

Sayonara, sayonara
Goodbye

Lagu tahun 1957-an yang dinyanyikan oleh Berlin Irving ini berhasil menjadi lagu favorit saya jaman itu.. Dengan diajarkan oleh Ibu Suwarti, lyrics lagunya terasa mudah sekali dihafalkan (ketika kami di kelas VI sama sekali belum mengerti bahasa Inggris!)

Ibu Suwarti mengajarkan lagu ini untuk paduan suara pada waktu perpisahan. Dari nadanya yang sedih, dan kata-kata yang diterjemahkannya kemudian, membuat saya terpesona dengan lagu Jepang ini (sampai sekarang!)

Ibu Suwarti sering juga jengkel karena anak-anak muridnya suka bandel, dan suka bicara sendiri ketika ibu Warti mengajar. Dengan banyak menasehati, ibu guruku ini memperlihatkan bagaimana mengatasi kebandelan kami. Beliau membuat saya semakin bertekad untuk menjadi guru setelah saya besar...

Mudah-mudahan, Ibu Murti dan Ibu Warti masih ingat kepada anak-anak didiknya, termasuk saya. Dan mudah-mudahan suatu saat nanti beliau menemukan Blog ini agar kami bisa kembali menyambung tali kekeluargaan.



28 Januari, 2009



Di Hong Kong juga ada!






Cobain naik perahu, ah
sambil lihat kehidupan orang-orang perahu
secara lebih nyata.

Wah, emang asyik juga nih!
Berkeliling sambil menyaksikan sky-scrapers.
Ternyata engga cuma di Indo aja
yang kelihatan mencolok
antara gedung-gedung tinggi
dengan perkampungan kumuh
yang slaing berdekatan lokasinya.
Di Hong Kong juga ada!

Bedanya, nelayan-nelayan yang hidup
di sini bukan cuma menjala ikan
tapi juga mengantar wisatawan asing
dengan perahu-perahu mereka.







Ayam Kluwek




Ini masakan kuno orang-orang Tionghoa peranakan (orang Malaysia dan Singapur bilang: masakan Nonya Babah).

Ayam Kluwek di keluarga saya biasanya dimakan bersama ketupat. Rasanya, dimakan bersama nasi hangat atau lontong juga tidak kalah nikmatnya!

Pemakaian cabe merah tergantung selera. Saya sendiri lebih suka "plain" (tidak pedas).

Bahan:

1 ekor ayam kampung (Kalau pakai ayam ras, sebaiknya buang kulitnya, atau diremas dengan cuka dan garam dulu, baru dibilas dan tiriskan), Potong 8 bagian. Marinasi dengan air perasan jeruk nipis dan garam selama 1jam.

5 butir kluwek (sesuai selera), dua buah diambil isinya, 3 buah lagi dibiarkan dalam tempurungnya, hanya dibuka celahnya.

Bumbu haluskan:

10 butir bawang merah

5 siung bawang putih

1 buah cabe merah

5 buah kemiri

1 potong kecil kunyit

2 buah isi kluwek

Garam

700 ml air panas

Memarkan:

1 potong lengkuas

4 batang sereh

asam jawa sedikit saja, larutkan dengan air hangat

Biarkan utuh:

beberapa lembar daun salam segar

Minyak goreng untuk menumis.

Cara Membuatnya:

1. Tumis bumbu halus, lengkuas, sereh, daun salam, dan isi kluwek (2 buah) hingga harum.

2. Masukkan 3 butir kluwek utuh dan potongan ayam. Aduk hingga rata.

3. Siram dengan air panas, biarkan mendidih.

4. Setelah mendidih dan kluwek serta ayam matang, masukkan larutan asam. Aduk rata. Matikan api.

5. Sajikan hangat dengan ketupat, lontong atau nasi.

(8 porsi)






I am happy if




~I see my mother and each member of my family

free from illnesses and any suffering

~I am well, too, so that
I won't have to make my loved ones worry
about me

~I know that my friends around
smile or laugh more than frown

~My children get what they have long been wanting
so that they can appreciate it.

~My husband comes home from work
wearing a smile on his face,
that means I know his day at the office
was just fine
and his journey home didn't make him upset
because of some annoyance made by
frustrated drivers who drove carelessly

~My son's problem at school
is not disturbing him and any of us
because I have always wanted him
to have a peace of mind
and courage to last his days
with good things he should do

~My daughter arrives home from work
with a "hi" coming from her lips
as soon as she sees me.

~My friends come to see me
or me to see them
because I don't want to miss them
or them to miss me.

~I can respect people,
love them in diversity,
be compassionate for those needy,
rejoice for others' happiness
and accept them as they are






Words




Ayam Panggang Masak


Harumnya kayu manis, lada, pala, dan kecap, ditambah aroma kentang goreng serta "bau hangus" ayam hasil panggangan, menambah sedapnya rasa Ayam Panggang Masak ini. Dulu waktu saya kecil, kalau saya makan kuahnya, kentang, dengan nasi hangat, wah, makannya bisa banyak. Mungkin karena perpaduan aroma dan santan bercampur kecap manis membuat hidangan ini banyak disukai anak-anak.

Bahan:
1 ekor ayam buras yang cukup besar, (saya pakai ayam ras), potong sesuai selera, panggang di atas bara api hingga cukup matang. Sisihkan.
2 buah kentang, dipotong "juring", goreng matang. Tiriskan dan sisihkan.

Bahan dihaluskan:
5 butir bawang merah
2 siung bawang putih
1 potong kecil jahe (memarkan saja)
lada, garam, bubuk pala, kayu manis, sesuai selera
5 butir kemiri

Kecap manis (sesuai selera)
1,5 liter santan encer dari 1/2 butir kelapa
2 butir cengkeh, biarkan utuh
1 potong kecil jahe, memarkan
1 sdm bawang goreng

Membuatnya:
1. Tumis bumbu halus, kayu manis, jahe dan cengkeh hingga harum. Masukkan potongan ayam panggang. Tuangi kecap manis dan aduk rata..
2. Masukkan santan encer, aduk terus sampai ayam benar-benar matang.
3. Masukkan kentang goreng sesaat sebelum diangkat, lalu taburi bawang goreng.




My dear kids,





When you lose,


don't lose the lesson.


(The Dalai Lama)



27 Januari, 2009



Bakso Sarang Burung





Bakso jenis ini adalah kegemaran papa mertua. Mungkin karena bakso ini tidak keras atau liat, tetapi lembut dan empuk, maka papa mertua yang giginya sudah habis semua itu, bisa dengan mudah memakannya. Ananta juga suka sekali dengan bakso ini sehingga masakan ini sangat sering dibikin di dapurku.


Bahan untuk Bakso:

500 gr. daging dada ayam, cincang
1 putih telur
biji pala halus, sesuai selera
lada halus, sesuai selera
garam, sesuai selera
1 buah wortel sedang besarnya, potong-potong halus.
3 lembar jamur kayu/jamur hitam/bokji, rendam air panas hingga lemas, bersihkan lalu potong-potong halus
25 gr. so'un cina, rendam air panas hingga lemas, potong-potong 1 cm.
Air mendidih untuk merebus bakso

Bahan untuk kuah sup:
Haluskan:
3 butir bawang merah
2 siung bawang putih
1/2 sdt lada (sesuai selera)
garam sesuai selera

600 gr kaldu ayam
2 buah kentang, potong sesuai selera
2 buah wortel, potong sesuai selera
50 gr. so'un yang sudah direndam air panas
2 batang sledri, iris kasar
1 batang daun bawang, iris kasar
1 sdm bawang goreng

Membuatnya:
1. Campur daging giling dengan bumbu halus, putih telur, pala halus, lada halus, wortel halus, jamur hitam halus, serta potongan so'un. Aduk rata.

2.
Buat bulatan-bulatan daging dengan besar sesuai selera. Masukkan kedalam rebusan air mendidih hingga daging mengapung semua. Tiriskan.

3. Didihkan kaldu ayam. Tumis di wajan lain bumbu halus untuk kuah sup hingga harum. Masukkan tumisan ini kedalam kaldu ayam yang sudah mendidih.
Aduk rata. (Sesuaikan rasa asin dan ladanya).

4. Masukkan potongan wortel dan kentang, biarkan mendidih dna matang. Masukkan bakso. Sesejank sebelum diangkat, masukkan so'un, daun bawang, daun sledri.

5. Bila akan disajikan, taburi dengan bawang goreng


25 Januari, 2009



I learned



that if you would be loved,

love and be lovable








If you have found the one you love



then you have found the rose
in a forest of thorns





Let others be our mirror,






inspire ourselves with the good,
reflect within with the bad.


(Master Cheng Yen)








When there is a frown on your face




that's when my heart rips apart
and that's when I worry
if you feel ill but that
you would not like anyone to know

You always forget the discomfort
as soon as you feel something wrong
with your health

You always say, "I'm just fine"
just not to make your family worried
But the frown on your face tells it all

Be good to yourself
because we all need you
all our lives.


On this Chinese New Year
the kids and I wish you
a blessed new year,
good health, good fortune,
the best things that life can offer

We love you








Kalau mamie pinter masak





Tentunya kita pinter nunggu
masakannya matang!!


Happy Chinese New Year
May the blessed and prosperous new year
be all yours.