Tampilkan postingan dengan label Photos: Taiwan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Photos: Taiwan. Tampilkan semua postingan

21 Desember, 2008


Master Bear Resort Hotel,
Taitung


Suasana pagi, sebelum jam 6...


Segar, menyenangkan!


Jejeran "resort rooms"
yang keseluruhannya terbuat dari kayu

20 Desember, 2008


Amei Aboriginal Young Dancers



Suku Amei di Taiwan sangat terkenal dengan musik, tarian, serta pekerjaan tangannya termasuk produk-produk makanan khasnya. Menurut cerita, pria suku Amei tampan-tampan, dan wanitanya cantik-cantik, karena banyak dari mereka yang punya nenek-moyang keturunan Portugis (ingat penjajahan Portugis atas "Formosa"). Suku Amei berdiam di Hua Lien, dan kebanyakan bekerja sebagai petani.


Saya melihat di daerah Hua Lien banyak sekali gereja dan juga daerah pekuburan Katholik. Kelihatannya mereka hidup berdampingan dengan penduduk lain yang beragama Buddha atupun Tao.

Saya juga melihat sepintas, Tzu Chi General Hospital serta Universitas Kedokteran Tzu Chi yang dibangun dari dana masyarakat oleh Master Cheng Yen sebagai pendiri yayasan Buddhis ini.


pc

Griya Perenungan dengan latar belakang Rumah Sakit Tzu Chi, Hua Lien

18 Desember, 2008







Hujan rintik-rintik tidak menyurutkan keinginan Ananta buat meninjau kompleks ini.



National Taiwan Democracy Memorial Hall





Kalau tidak salah, nama baru ini diberikan oleh Presiden Chen Shui Bian, tanggal 19 Mei 2007 setelah sebelumnya bernama Jiang Memorial Hall.

I love it
when my mother
is enjoying
shopping



Never feels tired... my mother
never feels bored or sleepy


Yeh Liu Geopark


Formasi Jamur

Yeh Liu atau Ye Liu adalah sebuah tanjung di pantai utara Taiwan, tepatnya di Wanli. Formasi batu-batu karang yang terlihat menyerupai berbagai macam bentuk, dinamakan sesuai dengan bentuk itu, seperti: Kepala Ratu, Jamur, Karang Jahe, Sarang Lebah, Sepatu Peri, Lilin Laut, dll. Memang unik dan misterius bagaimana alam telah membuat erosi laut pada batu-batu karang itu menjadi sedemikian bervariasi dan indah bentuknya!

Formasi Ginger Rock



Yeh Liu Geopark dioperasikan oleh

North Coast dan Guan Yin National Scenic Area.

Queen's Head


Nana dan Kepala Putri
(Bagaimana dengan lehernya
yang semakin lama semakin mengecil?
Bisa-bisa patah deh!




Bila sedang pasang, orang hanya dapat
memasuki area ini sebatas pagar



Sea Candles


Fairy Shoe



Tidak jauh dari area ini terdapat deretan Giftshops yang menjual berbagai macam kreasi laut, sebagian sering kita lihat di Indonesia. Yang menonjol adalah berbagai macam ikan, udang, cumi yang diawetkan (diasin)... Jadi masuk ke daerah itu beberapa lama, pada waktu keluar lagi .... "gift" bau produk asin ikut pakaian dan rambut serta kulit kita! Ala Mak!

Tapi saya merasa menyesal tidak bisa membawa pulang ebi yang terlihat besar-besar, segar, bagus, bersih. Jauh berbeda dengan produk ebi Indonesia!



17 Desember, 2008


Aegean Hot Spring Hotel,

Wan Li, Taiwan

Hotel ini unik... Benar-benar di pinggir laut! Terdiri dari dua lokasi berseberangan yang dihubungkan oleh jalan aspal halus (sepertinya dibuat khusus untuk hotel-hotel serta amusement center di area itu saja).

Sangat terpengaruh oleh gaya Aegean yang ada di Mediterania.
Sepanjang dinding hotel terdapat gambar-gambar yang memperlihatkan situasi itu.

Di restoran tempat kami makan pagi, persis di tepi laut, ada suatu lokasi untuk berjemur atau bermain yang memuat simbol-simbol Portugis (Salib, Lonceng, dsb). Barangkali ini sisa pengaruh Portugis ketika Taiwan (disebut Formosa ketika itu) dijajah oleh bangsa ini.

Kamar mandinya a la Jepang (barangkali sisa pengaruh penjajahan Jepang dulu!), terdapat di bagian belakang kamar dengan tirai. Ada kolam untuk berendam air hangat yang terbuat dari susunan keramik kecil-kecil, ada juga bangku kecil untuk mandi dengan shower. Tentu saja letak showernya juga pendek... hehehe.
Lantai kamar mandi terbuat dari batangan kayu yang tersusun rapi dan air yang kita pakai untuk mandi akan jatuh ke sela-sela kayu itu. Mungkin di bagian bawahnya ada penampungan air yang kemudian akan masuk ke dalam pipa pembuangan. Tersedia juga gayungnya.
Serasa mandi di kampung! Hahaha.



Bersama Suhu Christine
(mudah-mudahan
ga salah nulis namanya)

16 Desember, 2008

Sun Moon Lake



Sun Moon Lake



Pulau di tengah Danau Sun Moon ini hanya sebagai tempat rekreasi, dan tampaknya juga digunakan untuk tempat para pengantin berfoto ria...

Air di danau yang sangat besar ini tampak bersih kebiruan. Menyenangkan bagi para turis. Sayangnya, hampir semua informasi yang ada di situ bertuliskan Mandarin... jadi engga ngerti maksudnya apa. Yang jelas ada figur-figur burung hantu di situ.





Hubby yang hobby senyum



Di Peacock Garden Taiwan


Peacock Garden berlokasi di sekitar Sun Moon Lake. Rumah bagi 200-an burung berbagai jenis, tapi yang menonjol adalah burung merak, jantan dan betina yang dibiarkan bebas di halaman berumput yang hijau.



Pemandangannya cantik, segar tampak di mata... Sayangnya banyak burung merak yang hidup sana berkepala botak atau setengah botak... (udah tua kali ya?)



Juga terdapat museum kupu-kupu yang berisi contoh kupu-kupu dari seluruh penjuru dunia. Yah, buat kita belajar ekologi kupu-kupu.
Ketika kami tiba di sini, sepertinya telah terjadi topan semalam, sehingga sampai begitu siang, rerontokan daun belum semuanya tersapu bersih...

Secara umum, okay banget, beautiful, terawat baik, clean, pepohonannya juga tidak ada yang dibiarkan "untrimmed", tapi sayangnya, area Peacock Garden ini tidak seluas Taman Burung kita disini.

Taiwan -


Temple of Heaven

Tidak ada kata yang dapat menggambarkan
keindahan Kuil yang berada
di daerah Taroko Gorge ini..

Just...
Oh My! How did they build
the temple with the beauty of the natural waterfall
on the marble mountain!!

26 November, 2008

The Magical Beauty of Fo Kuang Shan - Eksterior

Gerbang Fo Kuang Shan
The primary symbol of Fo Kuang Shan is
the colossal Buddha image that sits atop the mountain at the main temple
and dominates the view from the valley below.
This image appears on all FKS logos and literature.
Secondarily, the founder, Ven. Hsing-yun epitomizes the spirit of
Fo Kuang Shan for his many followers.
Fo Kuang Shan adalah suatu organisasi Buddhis di Taiwan yang modern, dan sebenarnya tidak mewakili doktrin-doktrinnya tertentu. Namun tetap menekankan praktek-praktek Buddhisme yang lebih sesuai dengan dunia modern. Fo Kuang Shan mendukung ide "Buddhism for the Human Realm" [ren jian jingtu], yaitu suatu ide yang dikembangkan oleh seorang ahli pikir: Yinshun dari Taiwan. Artinya, lebih mengutamakan perhatian pada penderitaan makhluk hidup dan mencari upaya untuk menolong mereka melalui kegiatan nyata dengan mengutamakan nilai-nilai Buddisme dan pendidikan.
Buddhisme Fo Kuang juga menekankan pada pembinaan diri pada kehidupan yang sedang dijalani lebih daripada berbuat karma untuk memperbaiki kehidupan mendatang.

Mungkin mereka adalah figur-figur
yang digambarkan sebagai
para dewi di Surga Tavatimsa

@>------------->--------

Eksterior ini mengingatkan saya
pada seni patung Romawi
jaman Michael Angelo!

^^^@^^^
Amitabha Buddha berdiri tegak.

Fo Kuang Shan yang artinya Gunung Cahaya Buddha ini termasuk Sekte Buddhisme Pure Land dan merupakan kompleks vihara Buddhis terbesar di dunia. Termasuk di dalamnya adalah monastery, theological school, high school dan elementary school serta berbagai fasilitas untuk para tamu atau pengunjung.



****



Baby Buddhist Monk
yang ramah




Dia mengingatkan kita
bahwa berdana adalah perbuatan mulia
Berdanalah selagi kita bisa



~~~~~~~~~~

The Magical Beauty of Fo Kuang Shan - yard

Beginilah kalau bkhikkhu mengajarkan
bagaimana agar wajah selalu tampil
sehat, "radiant" dan awet muda:
Banyak-banyaklah tersenyum!
Dan tentunya:
hati selalu bersih, jujur, penuh kasih!

Gayamu kok seperti orang bule aja, Ananta?
Apalagi, ini kan di tempat religius...
Jangan terlalu banyak bersikap seperti ini ya,
kurang sopan, bagi kita orang Timur!


********

The Magical Beauty of Fo Kuang Shan - Figur-figur imut di Fo Kuang Shan

Papa Deki took time to take photos here.
Bravo! You with your weight
and all those camera things
could climb so high!

Monks in cute shapes

12 November, 2008

The Magical Beauty of Fo Kuang Shan - Taiwan

The Graceful Kwan Yin.
Salah satu sudut di kompleks Fo Kuang Shan, duduklah Dewi Kwan Yin di bawah pohon Bodhi yang meneduhkan, dengan senyum yang selalu terukir di wajahnya.... lembut, damai, manis... sesuai dengan gelar yang disandangnya: Avalokitesvara Bodhisatva.
Di hadapannya terbentang kolam dengan berbagai figur. Di situ juga ada sebuah genta mungil. Pengunjung mungkin percaya bahwa melempar koin ke arah genta dan mengenainya, lalu koin masuk ke dalam air di dalam kolam, menandakan "good luck" atau keberuntungan. Entah benar atau tidak, sangat tergantung kepada masing-masing keayakinan pengunjung. Boleh jadi, kalau kepercayaan kita mendalam kepada Dewi Welas Asih ini, koin yang kita lempar akan mengenai genta, sehingga kita bisa mendapat keberuntungan. :))
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

04 November, 2008

Stay healthy, darling mom...


Biar di wheel chair, ide tetap semangat dan gembira, lho.
Wajah ide malah kelihatan "radiant" gitu tuh....
Iya deh, mending jalan-jalan, engga "be te" di rumah.
Maka itu, sehat-sehat selalu ya, de, biar nanti bisa pergi lagi!
Selalu ada yang dorong ide, ga usah khawatir... :))

Kao Hsiung: Dragon and Tiger Pagodas


Nampang, bareng Lily, dear sister-in-law,
di Dragon and Tiger Pagodas

Dragon and Tiger Pagodas, Taiwan
Terletak di kota Kao Hsiung, Pagoda Naga dan Harimau ini mempunyai pagoda bersusun tujuh yang di dalamnya terdapat lukisan dengan warna cerah yang meceritakan surga dan neraka serta 24 anak laki-laki yang tidak berbakti. Gambar-gambar itu dibuat untuk mengingatkan kita pada kehidupan yang menyedihkan bagi mereka yang selama di dunia tidak menjalankan hidupnya dengan baik, juga gambar-gambar yang mengingatkan kita pada kehidupan yang menyenangkan bila selama hidup kita menjalankan hal-hal baik.
Dragon and Tiger Pagodas dibangun tahun1976.
Para pengunjung, memasukinya dari mulut naga dan keluar dari mulut harimau.
Memasuki mulut naga dianggap sangat bertuah oleh orang Tionghoa karena menurut kepercayaan mereka, akan dapat merubah nasib buruk menjadi baik. Sebagian pengunjung percaya bahwa mereka harus masuk melalui mulut naga dulu, lalu keluar melalui mulut harimau.

Dragon and Tiger Pagodas berdiri di Kolam Teratai (Lotus Pond) yang di atasnya juga berdiri bangunan Tung Confucius Temple dan Chi Ming pagoda. Lotus Pond pada mulanya digunakan hanya untuk irigasi. Kemudian pemerintah daerah khusus Feng Shan ini menjadikan lokasi tersebut sebagai salah satu pusat turis.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Ananta dancing
with some young Amei Aborigines
in Hua Lien




Hehehehe....
Ternyata Ananta bisa juga ya menari
walaupun agak kaku !
Kamu malu-malu? Apa "malu-maluin"?
LOL

A daughter is always the father's shiny jewel!

Papa, Nana,
Thanks for this photo!