20 Desember, 2008


Thailand dengan Ladyboys-nya





Penasaran pengen tahu kaya apa sih waria di Thailand (dalam bahasa Thai, mereka disebut Kathoey) yang katanya tercantik, terseksi dan termulus di dunia, maka kami pun membeli tiket buat nonton pertunjukannya "Cabaret" di Bangkok. Mahal euy!!



Engga nyangka, tempat pertunjukannya bagus, dan penonton juga banyak banget sampe banyak yang engga kebagian tiket. Yang nonton bervariasi, dari anak-anak muda sampe orang yang sudah lanjut usia, seperti saya... bahkan mungkin yang sudah lebih berumur lagi. Pastinya mereka datang karena penasaran juga.

Tapi memang hebat, mereka seperti para penari kabaret di Las Vegas yang saya lihat... Tampak profesional menjalankan tugasnya, menyanyi (walaupun cuma lipsing) dan menari baik dengan pakaian yang minim atau pun yang "heavy" dengan jubah-jubah serta bulu-bulu burung ostrich di atas kepalanya dan perhiasan yang gemerlap (tapi.. bagian depan tubuhnya sampai ke kaki selalu dipertontonkan. Dari jauh, memang mereka tampak cantik (dengan riasan wajah yang tebal) dan seksi (dengan kulit tampak mulus kekuningan, leher jenjang, langsing, payudara rata-rata sangat menonjol sehingga malahan terkesan tidak alami..., pinggang langsing, pinggul aduhai, dan paha ke kaki sangat indah dengan sepatu hak tinggi. Rambut kebanyakan panjang, bervariasi, ada yang dicat ada juga yang dibiarkan hitam).

Kalau tidak salah, Bangkok atau Pattaya hampir selalu menjadi tempat pemilihan waria terbaik di dunia.



Mereka mendapat tempat yang cukup dihormati layaknya anggota masyarakat lain di Thailand, walaupun menurut sebagian pendapat, hal ini berhubungan dengan ajaran agama Buddha, agama negara, yang sangat menganjurkan "toleransi". Sebagian dari mereka juga bekerja di tempat terhormat seperti perusahaan majalah wanita, di restoran, dsb. Bahkan ada Kathoey yang pernah menjadi seorang pramugari lho...(tentu saja statusnya adalah wanita).

Dari sebuah buku tentang Kathoey ini, saya mengetahui bahwa jiwa mereka adalah sama dengan jiwa kebanyakan orang Thai: Bukan jiwa pengemis. Mengemis bukan budaya mereka.
Kalau mereka butuh uang untuk makan atau keperluan lain, mereka akan bekerja keras mendapatkan uang itu, meskipun pekerjaan itu berarti harus "melacurkan diri".... Yang penting "bekerja" kan?? Dan mereka tidak akan meminta-minta. Bagi mereka, mengemis di jalan lebih "memalukan" daripada menjajakan diri sebagai ladyboys atau pelacur sekalipun!

Jadi jangan heran kalau Anda akan sulit menemukan orang mengemis di jalan, tapi akan mudah melihat wanita ataupun waria menjajakan diri untuk mendapatkan uang.

Mana yang lebih baik? Sangat subjektif sekali!

Kalau Anda membaca sebuah buku bagus tentang mereka: Ladyboys: The Secret World of Thailand's Third Gender barulah Anda akan mengerti betapa besarnya penderitaan mereka sejak masih kecil hanya karena mereka terperangkap dalam tubuh yang "salah"....
Sangat berlawanan antara masyarakat Thai yang lebih bisa menerima keberadaan mereka (dibanding dengan negara Asia lainnya), kebanyakan orangtua yang anak laki-lakinya tidak tumbuh normal seperti seharusnya (maksud saya, pertumbuhan organ seks-nya yang tidak sempurna, atau berkelakuan seperti wanita), akan sangat kecewa mendapatkan fakta seperti itu, terutama ayah.

Negara hanya mentolerir usaha para ladyboy untuk merubah wajahnya dengan operasi plastik atau usaha lain seperti merubah bentuk kelamin, memperbesar payudara dan menghaluskan kulit serta bagian-bagian tubuhnya tetapi tidak mensahkan secara hukum pengakuan bahwa mereka sudah menjadi wanita. Ada beberapa Kathoey yang begitu kecewanya hingga berkeputusan untuk bunuh diri.



Stress yang mereka alami memang luar biasa. Dari buku kumpulan cerita nyata para Kathoey tersebut barulah kita bisa belajar memahami penderitaan mereka. Dan dengan memahaminya, barulah kita bisa menghormati keberadaan mereka yang serba salah.

Di dalam Buddhisme, kelahiran kita yang sekarang, dalam keadaan fisik seperti apapun, tidak lepas dari apa yang sudah kita lakukan di kehidupan sebelumnya. Bahkan Tuhan atau seorang Buddha pun tidak dapat membantunya merubah keadaan itu. Hanya diri sendirilah yang harus berusaha merubahnya dengan melakukan hal-hal yang baik dan menghindari perbuatan yang tidak baik.

Seorang dari mereka yang pernah menjadi pemenang kontes Ladyboy tercantik seluruh dunia






Amei Aboriginal Young Dancers



Suku Amei di Taiwan sangat terkenal dengan musik, tarian, serta pekerjaan tangannya termasuk produk-produk makanan khasnya. Menurut cerita, pria suku Amei tampan-tampan, dan wanitanya cantik-cantik, karena banyak dari mereka yang punya nenek-moyang keturunan Portugis (ingat penjajahan Portugis atas "Formosa"). Suku Amei berdiam di Hua Lien, dan kebanyakan bekerja sebagai petani.


Saya melihat di daerah Hua Lien banyak sekali gereja dan juga daerah pekuburan Katholik. Kelihatannya mereka hidup berdampingan dengan penduduk lain yang beragama Buddha atupun Tao.

Saya juga melihat sepintas, Tzu Chi General Hospital serta Universitas Kedokteran Tzu Chi yang dibangun dari dana masyarakat oleh Master Cheng Yen sebagai pendiri yayasan Buddhis ini.


pc

Griya Perenungan dengan latar belakang Rumah Sakit Tzu Chi, Hua Lien

Lemper Ayam



Kudapan yang satu ini pastinya hampir tidak pernah absen dari acara keluarga atau bahkan pesta besar. Ada yang suka membungkusnya dengan daun pisang saja, ada pula dengan lembaran plastik. Karena daun pisang jarang ada yang bagus di pasar, maka saya memilih lembaran plastik saja untuk membungkusnya. Daun pisang dipakai hanya sedikit, sebagai "pemantas" saja.. hehehe. Padahal, kalau mudah mendapatkan daun pisang, saya akan memilih membuat lemper dengan bungkus daun pisang. Aroma daunnya memberi rasa segar sendiri.

Ada lho teman saya yang bikin lemper, sebelum dibungkus plastik, lemper dilingkari dengan daun pandan. Aduhai, harumnya!!! Saya cukup melingkarinya dnegan sedikit daun pisang..

Bahan :

1/2 kg beras ketan putih kualitas baik. Cuci bersih lalu rendam dalam air kira-kira 2 jam. Lalu tiriskan.
2 lembar daun pandan
500 cc santan kental dari 1 butir kelapa tua. Didihkan bersama sedikit garam, 2 lembar daun pandan dan 3 lembar daun purut

Bahan isi:

1 lembar dada ayam tanpa tulang, buang kulitnya. Rebus hingga lunak, suwir-suwir, lalu sisihkan.
2 lembar daun salam
1 potong lengkuas, memarkan
3 batang serai, memarkan
Sedikit minyak goreng untuk menumis

250cc santan kental dari 1/2 btr kelapa tua.


Bumbu untuk isi, haluskan:
1 sdm peres ketumbar sangan
5 bawang merah
3 siung bawang putih
2 butir kemiri
Garam, gula pasir (sesuai selera)

1 sdm air asam jawa

Membuat isi lemper:
1. Tumis bumbu halus bersama salam, daun purut dan serai hingga tercium aromanya. Masukkan ayam suwir. Aduk hingga rata, lalu masukkan air asam jawa.
2. Masukkan santan, aduk rata hingga santan terserap habis.
3. Sisihkan.

Membuat lemper:
1. Kukus ketan hingga matang dalam langseng atau kukusan (kira-kira 25 menit)
2. Angkat ke dalam panci, lalu siram dengan santan yang sudah dimasak tadi. Aduk rata
3. Masukkan lagi ke dalam langseng/kukusan, lalu kukus hingga matang (30-35 menit)
4. Tuang ke atas wadah (misalnya tampah yang dialasi daun pisang atau plastik) . Ratakan permukaannya kira-kira setebal 1 cm dengan centong kayu, tetapi jangan ditekan-tekan, agar uap panas mudah keluar.
5. Setelah dingin, potong-potong dengan ukuran sesuai selera.
6. Tiap potong diisi dengan adonan isi (ini juga sesuai selera banyaknya)
7. Gulung sampai tidak terlihat isinya dari luar. Lingkari dengan sedikit daun pisang sebelum dibungkus plastik dan dirapikan. Kalau pakai daun pisang, langsung bungkus saja dan semat kedua ujungnya dengan lidi.

(Normalnya, lemper ayam terasa manis, tetapi saya selalu mengurangi rasa manis itu karena "terpaksa".... diabetes!) :((
Ayam Pukang


Ini masakan kuno orang-orang Tionghoa peranakan (orang Malaysia dan Singapur bilang: masakan Nonya Babah).

Kalau tidak memungkinkan ayam dibakar, digoreng dulu juga boleh. Hanya saja wangi "pukang"nya jadi hilang!

Ayam Pukang di keluarga saya biasanya dimakan bersama ketupat. Rasanya, dimakan bersama nasi hangat atau lontong juga tidak kalah nikmatnya!

Pemakaian cabe merah tergantung selera. Saya sendiri lebih suka pedas.

Bahan:

1 ekor ayam kampung (Kalau pakai ayam ras, sebaiknya buang kulitnya, atau diremas dengan cuka dan garam dulu, baru dibilas dan tiriskan)

potong 8 bagian. Marinasi dengan air perasan jeruk nipis dan garam selama 1jam. Panggang di bara arang, asal kering

Bumbu haluskan:

10 buah bawang merah

5 siung bawang putih

8 buah cabe merah

5 buah kemiri

1/2 sdm ketumbar sangan, saring dulu.

Garam, sedikit gula merah (kalau suka)

Memarkan:

1 potong lengkuas

3 batang sereh

Biarkan utuh:

1 lembar asam glugur

beberapa lembar daun salam segar

Dari 1 buah kelapa tua, buat:

1 gelas santan kental

3 gelas santan encer

Minyak goreng untuk menumis.

Cara Membuatnya:

1. Tumis bumbu halus, lengkuas, sereh, asam glugur dan daun salam, hingga harum.

2. Masukkan ayam panggang. Aduk hingga rata.

3. Tuangi santan encer. Timba-timba di atas api sedang, agar tidak pecah santannya. Terus timba hingga mendidih rata

4. Setelah ayam matang, masukkan santan kental. Aduk kembali hingga mendidih.

5. Sajikan dengan ketupat, lontong atau nasi.

(8 porsi)

Cousin Henny

Dearest Henny


We grew up together,
from the time we were toddlers
to young ladies who were trying
to be refined ones.

I enjoyed your company
either when I was happy or sad.
I enjoyed naughty things we did
which ignited our dear grandma's anger,
and affectionate grandpa's worries

In fact
we went through a lot of things
out of our silly and stupid ideas we carelessly made
like all young people do

I remember our different
habits and hobbies.
But that just made things between us
even funnier to laugh about!

We rejoiced for each other's successes
and kept supporting when the other found failures

We accepted good sides as well as bad sides
and we just enjoyed our togetherness

Then one day... you left
for a good man you chose to marry.

Soon I felt like something was missing
without you at the home we had stayed
but we knew
we would never get each other out of our minds
and that you would always have
my sincere support.


I took with me
all the precious moments and things
we had shared
so that when I was sitting alone
I would smile remembering them.

With you becoming a wife
and then a mother
(and thankfully a great grandmother now!)
time to be with you again
would not be the same anymore


We are growing old now
But things seem just perfect,

and I am more than happy to know
that as a matter of fact
we have never really left each other behind.


I rejoice for what you are now.
And I thank you for keeping
our friendship going

I love you


MERRY CHRISTMAS
and
HAPPY NEW YEAR


19 Desember, 2008



Kodak Theater, Hollywood


(p.c)


Awal musim gugur 2004 itu udara di Hollywood sudah mulai dingin, tetapi matahari yang bersinar lembut terasa hangat, nyaman sekali! Deki, Freddy (nephew), my mother dan saya sendiri mulai melihat-lihat Hollywood. Oh... begini toh? (Modelnya orang kampung yang baru lihat kota! hehe). Guide membawa kami menyusuri rumah-rumah elit para movie stars yang halaman rumahnya dipenuhi pohon-pohon cantik terawat rapi... Pokoknya asri banget deh, termasuk pepohonan di pinggir jalan dan di mediannya.

Saya bercanda dengan Deki: "Wah, kalau kamu pensiun, boleh juga nih jadi tukang kebun di daerah ini!" (mata duitannya keluar deh... hehehe).
Kabarnya sih, rumah-rumah indah itu jarang ditempati artis/aktor pemiliknya. Wah sayang ya, jadi engga bisa menikmati walaupun punya rumah sebagus itu

Juga kami melewati shopping area bergengsi yang pernah menjadi lokasi shooting "Pretty Woman" Sayang engga ketemu Richard Gere dan Julia Robert-nya!

Menurut guide kami, daerah Hollywood yang dulu terkenal daerah pemukiman mahal, sekarang sudah bergeser turun. Yang jadi daerah mahal justru San Marino, tempat teman e-mail saya Desmond Chiong dan keluarganya berdiam.

Lalu kami dibawa ke Kodak Theater, di Hollywood Boulevard, yang merupakan "teater hidup" di ritel Hollywood and Higland Avenue, Los Angeles.

Teater ini dibuka tgl 9 November 2001, dan menjadi rumah tahunan acara Academy Awards (acara pemberian piala Oscar bagi insan film yang karyanya berkualitas) serta Emmy Awards
Saat tidak ada acara tersebut, gedung digunakan untuk pertunjukan seni, konser, pemberian penghargaan, fashion show, Kontes pemilihan Miss USA (beberapa kali), pemilihan finalis American Idol (2006) dll.


Menurut kabar, teater yang dirancang oleh David Rockwell dari Rockwell Group ini, memiliki kapasitas tempat duduk sebanyak 3400 tamu, dan panggungnya adalah panggung terbesar di seluruh Amerika (34 x 18 m). Teater ini disponsori oleh Kodak Company, dengan dana sebesar $75 juta agar namanya dapat dipakai menjadi nama bangunan bergengsi itu!





"The Grand Staircase" adalah tangga menuju pintu masuk Kodak Theater, memiliki lantai cor-an yang memamerkan nama-nama pemenang Academy Awards for Best Picture sejak 1927, jaman Charlie Chaplin (??) dengan meninggalkan gambar telapak tangan/kaki atau sepatu si aktris/aktor seperti gambar di bawah ini:


Handprints dan shoe/footprints
aktris/aktor Hollywood pemenang Academy Awards
for Best Picture

(Shirley Temple)

(Meryl Streep)


(Paul Newman dan Joanne Woodward)


(Whoopie Goldberg)

Di sepanjang sidewalk Hollywood Boulevard dan Vine Street ini terdapat pula "Hollywood Walk of Fame" nama-nama terkenal (tokoh film, musik dsb) dan dirancang oleh Oliver Weismuller, seorang ahli seni California tahun 1953. Ada 2003 nama yan tercetak disitu, dan bukan hanya nama-nama bintang film manusia, tetapi juga tokoh-tokoh fiksi seperti Mickey Mouse, The Simpsons, dll, yang telah ikut mengangkat industri perfilman Hollywood.




Nama-nama ini tercetak pada bintang warna bronze bersudut lima, terbuat dari terazzo, yang ditanam pada batu hitam.

Dengar-dengar, pada suatu waktu ada perbaikan di sepanjang Walk of Fame ini, lalu Bintang dengan nama Kirk Douglas lenyap.... ada juga pencuri ginian di Hollywood!

Masih pada jalan ini, terdapat Grauman's Chinese Theater, dibuka tanggal 18 Mei 1927.



Sid Grauman adalah orang yang punya kemitraan disini setelah sukses dengan Grauman's Egyptian Theaters sebelumnya.






Sampai dengan tahun 1973 namanya masih Mann's Chinese Theater (setelah diakuisisi oleh Mann Theaters), dan menyusul kebangkrutannya, teater ini dan teater Mann lainnya dijual kepada Warner Bros. and Paramount Pictures tahun 2000 dengan masih menggunakan nama Mann's Chinese Theater.

Niece


Who is this pretty girl?



who else..... but Inne,
one of my dear nieces
who always appears happy,
self confident
and energetic

18 Desember, 2008

Kids - Nana and womanhood


It doesn't seem so long ago.
more like yesterday
when your tiny hands reached out
wanting me to pick you up

Time has passed
it didn't promise you
that life will always be good.
There will not always be songs,
beds of roses,
soft breeze, or rainbows

Many a tear may even have to fall
but you have come to womanhood
and a woman knows how to stand against
the worst thing that comes your way.

Such is life,
where even the one you once trusted
would hurt you so deep

But I am proud of you,
for being a woman
who stands still
because you understand:
Such is Life




I know
you will keep smiling

even if the world tries to turn you down
and make you weep.

Deki - You are not a Dreamer

You are not a dreamer

You seldom think of surprising me
with romantic words.
You are more rational than emotional.

You are efficient more than
time-consuming.
You like to say things straight forward
more than just dwelling and
spending time "flying" me
to the moon!




I know you have given me
your complete devotion
and undivided love and loyalty.

I have no idea
what a lucky woman I've been!



Thank you, papa,




No matter what kind of life we live,
I always want to stay beside you,
and you to do me.



Thank you for always reminding me
of our happy, fondest moments, we have shared
when we happen to give each other
unhappy feelings.

Thank you for taking time
to make me smile
even when you yourself
are not in the mood for smiling

Thank you for always making me
miss your presence
and not wanting to last a day without you
even when you are annoying me

For when I chose to marry you,
I believed I would marry
someone with whom I would be willing
to share my whole life,
and his with me



Through the good and bad
we've got along.
For the good and bad
I will always love you




@---->>----------------------








Hujan rintik-rintik tidak menyurutkan keinginan Ananta buat meninjau kompleks ini.



National Taiwan Democracy Memorial Hall





Kalau tidak salah, nama baru ini diberikan oleh Presiden Chen Shui Bian, tanggal 19 Mei 2007 setelah sebelumnya bernama Jiang Memorial Hall.


You're my source of strength



No matter how much I love you,
I thank you for giving me
a good, happy, delightful life

and for making me not regretful
to have married you

@>--------->----------------


Merry Christmas
and Happy New Year


With every year that passes
we know that
Marriage doesn't promise eternal romance,
just eternal love and commitment


Thanks to my children

You make me learn
how to respect and love my mother more!

You make me learn to give to my mother
more freely, more happily
instead of demanding for anything from her

Your making me worried when you get ill
makes me learn what my mother felt
when I was hospitalized for so many days

Treasuring you and wanting you
to be around me always
makes me understand why
my mother didn't allow me to go out
alone without anyone watching over me.




A mother is


a teacher
who helps her children
to learn about life
and points them in the right direction,
letting them make their own mistakes
and then helping them pick up
the pieces afterwards

Happy Mother's Day

@
>------>-------------

I love it
when my mother
is enjoying
shopping



Never feels tired... my mother
never feels bored or sleepy


Yeh Liu Geopark


Formasi Jamur

Yeh Liu atau Ye Liu adalah sebuah tanjung di pantai utara Taiwan, tepatnya di Wanli. Formasi batu-batu karang yang terlihat menyerupai berbagai macam bentuk, dinamakan sesuai dengan bentuk itu, seperti: Kepala Ratu, Jamur, Karang Jahe, Sarang Lebah, Sepatu Peri, Lilin Laut, dll. Memang unik dan misterius bagaimana alam telah membuat erosi laut pada batu-batu karang itu menjadi sedemikian bervariasi dan indah bentuknya!

Formasi Ginger Rock



Yeh Liu Geopark dioperasikan oleh

North Coast dan Guan Yin National Scenic Area.

Queen's Head


Nana dan Kepala Putri
(Bagaimana dengan lehernya
yang semakin lama semakin mengecil?
Bisa-bisa patah deh!




Bila sedang pasang, orang hanya dapat
memasuki area ini sebatas pagar



Sea Candles


Fairy Shoe



Tidak jauh dari area ini terdapat deretan Giftshops yang menjual berbagai macam kreasi laut, sebagian sering kita lihat di Indonesia. Yang menonjol adalah berbagai macam ikan, udang, cumi yang diawetkan (diasin)... Jadi masuk ke daerah itu beberapa lama, pada waktu keluar lagi .... "gift" bau produk asin ikut pakaian dan rambut serta kulit kita! Ala Mak!

Tapi saya merasa menyesal tidak bisa membawa pulang ebi yang terlihat besar-besar, segar, bagus, bersih. Jauh berbeda dengan produk ebi Indonesia!





Lovely loving sisters



What does a sister mean?

A sister means someone you quarrel with so a lot
but miss when the other is not home

A sister is someone you compete with
in taking their mom's heart and love

A sister means someone who easily shouts at you
but that you easily forgive

A sister is someone you first seek
when you do not find someone
on your arriving home

A sister is someone you will always love
in spite of differences, jealousy and quarrels




Y
ang Indah dan Cantik
di Pattaya




Taman yang indah ini namanya Nong N0och Village. Nong Nooch Tropical Garden sudah menjadi tempat tujuan wisata turis seluruh penjuru dunia... Sangat populer dengan berbagai macam anggrek serta bunga-bunga lainnya. Bunga-bunga ini selain lokal juga banyak yang tumbuh dari bibit impor. Rasanya tidak puas kalau hanya satu dua jam saja menikmati indahnya taman ini.

Di sini juga tersedia restoran Cina, Eropa, Thai dan Korea.




Lalu tak jauh dari tempat ini adalah berbagai atraksi, seperti gajah, burung, dan hewan lainnya, juga seni tari dan Thai Boxing.