13 Februari, 2009



There is always someone
for each of us, they say





And you'll be my someone
For ever and a day

I could search the whole world over
until my life is through
but I know I'll never find another you

It's a long, long journey
so stay by my side
When I walk through the storm
you will be my guide.
Be my guide

If they gave me a fortune
my pleasure would be small
I could lose it all tomorrow
and never mind at all

But if I should lose your love, dear
I don't know what I'd do
For I know I'll never find another you


(The New Seekers)



Happy Valentine's Day !








Cara Bikang





Resep otentik nenekku nih.... Maka itu ukurannya masih pakai "cangkir", mangkuk atau gelas.

Jaman dulu, tepung berasnya ditumbuk sendiri, membuat kuenya lebih bersarang lho!
Sekarang pakai tepung beras siap beli juga masih okay. Sebelum dipakai untuk membuat kue, sebaiknya tepung siap beli ini dikukus dulu sebentar. Caranya: Panaskan langseng. Letakkan selembar kain tipis, lalu tebarkan merata tepung yang akan dipakai. Kukus selama 10 menit. Maksudnya supaya tepung tidak terlalu kering. Tepung beras yang terlalu kering biasanya tidak akan mudah menghasilkan kue yang bersarang baik. Setelah diangkat, tepung dibiarkan dulu beberapa saat hingga hilang panasnya.

Bahan:
3 cangkir tepung beras
2 sdm tepung terigu
5 cangkir santan kental dari dua buah kelapa tua
Beberapa helai daun pandan, tumbuk, masukkan 1/2 cangkir air, lalu saring.
1 cangkir gula putih atau sesuai selera
Sedikit garam (sesuai selera)
Sumba atau pasta warna hijau (atau warna lain sesuai selera)
Sedikit minyak goreng untuk memulas cetakan
Cetakan cara bikang.

Cara Membuatnya:
1. Ambil beberapa sdm tepung beras, lalu larutkan dengan 2 cangkir santan kental. Masak di atas api sedang sambil terus diaduk hingga kental. Angkat dari api.

2. Gula, tepung terigu, garam, dan sisa tepung beras, semua dimasukkan kedalam adonan nomor 1. Aduk rata dengan menggunakan centong kayu.

3. Setelah agak dingin, diuleni sampai rata. Masukkan sisa santan sedikit-sedikit sambil adonan terus diuleni dan santan habis. Ketika adonan sudah menjadi cair, pukul-pukul dengan telapak tangan, sedikitnya 1 jam. Hal ini dilakukan agar banyak udara yang masuk ke dalam adonan untuk mendapatkan "sarang" yang baik.

4. Adonan di dalam wadahnya dibiarkan tertutup oleh serbet atau plastik selama lebih kurang 2 jam.

5. Buat adonan berwarna, caranya: ambil beberapa sendok adonan putih, lalu aduk dengan beberapa tetes sumba atau pasta berwarna. Aduk rata.

6. Letakkan cetakan cara bikang di atas api besar. Biarkan panas. Untuk mengetahui apakah sudah cukup panas, teteskan sedikit adonan. Kalau sudah berdesis, berarti cetakan siap diisi.

7. Tuang adonan putih setinggi 1/2 tinggi cetakan. Beri sedikit adonan berwarna di atas adonan putih. Biarkandipanggang dengan keadaan terbuka hingga timbul letusan-letusan kecil pada permukaan kue.

8. Setelah kue matang, cungkil bagian tepinya sambil ditarik sedikit kebelakang agar kue pecah merekah.

Cobalah memakai pasta rozen atau sumba merah untuk membuat Cara Bikang saat Valentine's Day!






We're growing big and old together




1979

Oh, we looked slim and young!




1995

A little big !




1996

Looked older




2003

Bigger !



2005

Much bigger!



2005

Sure looked much, much bigger!




2009

Wow! Real big and real old!


But it's nice to grow big and old
together with you!

:)




A Kiss to Remember




An old photo
to remind us of the kiss
that began our new life.

May the love and life
like ours
inspire the kids
and be an example for them to follow
so that they will know
and appreciate
what a marriage really means
,
and how the differences between two people
can tie them up even tighter
if they keep the need
of respecting each other,
accepting each other,
and needing each other growing




Happy Valentine's Day!







Lepet Kacang Tunggak





My hubby's fascination!
Lepet di daerah kelahiran saya, Serang, sebagian besar berisi kacang tunggak. Ada juga yang menggunakan kacang tanah. Khusus untuk keluarga saya, kacang tunggak lebih disukai. Dan hanya ada rasa asin, tidak ada rasa manis sedikit pun seperti kebanyakan Lepet dari daerah Tangerang, Jakarta, Bekasi atau lainnya.


Kelapa yang digunakan juga yang sedang (tidak begitu muda, juga tidak tua). Membuat sarung lepet bukan hal yang sulit, tetapi harus hati-hati, pada waktu membuang tulang belakang janur. Jangan sampai robek. Pakailah "biting" (lidi bersih yang dipotong-potong untuk menyemat daun. Jangan gunakan staples.


Membuat lepet dengan menggunakan cara merebus biasa, akan memakan waktu sekitar 3-4 jam hingga matang. Saya menggunakan panci tekan (pressure cooker) yang hanya memakan waktu 25 menit. Lumayan, menghemat bahan bakar, dan hasil masaknya pun jauh lebih baik, serta tidak cepat basi.


Bahan:

Buat kira-kira 15 kantong Lepet dari janur yang berpelepah cukup lebar serta panjang. Bersihkan dulu. Buang bagian "tulang belakang"nya secara hati-hati agar daun tidak sobek. Tekuk dari bagian pelepah yang lebar ke arah ujung sebanyak 2 atau 3 kali, dengan panjang sesuai selera. Gunakan biting untuk menyemat kantong lepet ini di sisi-sisinya.
Sediakan tali plastik untuk mengikat.

1, 500 gr beras ketan putih, cari kualitas bagus. Rendam kira-kira 5 jam. Setelah itu bilas, dan tiriskan.
(Kalau menggunakan panci tekan, direndam hanya kira-kira 1 jam saja).
2. 150 gr kacang tunggak, rendam kira-kira 1 jam, lalu bilas bersih dan tiriskan
3. 1 butir kelapa setengah tua yang besar, parut memanjang
4. Garam sesuai selera (kalau suka agak manis, tambahkan 2 sdm gula putih).

Cara Membuat:
1. Campur beras ketan, kacang tunggak, kelapa parut dan garam. Aduk rata.

2. Isikan ke dalam kantong-kantong lepet dengan tinggi kira-kira setengah dari permukaan janur. Tutup dan rapikan agar isi benar-benar tertutup rapat.

3. Ikat dengan tali plastik hingga kencang. Setiap lima lepet, diikat menjadi satu.

4. Memasak dengan panci tekan:
Tata lepet berdiri di panci. Lalu isi panci dengan air hingga lepet terendam. Tutup dan masak sesuai petunjuk selama 25 menit. Angkat lalu gantung agar air bekas rebusan tiris.

5. Memasak dengan panci biasa:
Rebus air cukup banyak hingga mendidih. Masukkan lepet. Rebus selama 3 atau 4 jam. Kalau air berkurang, tambahkan air mendidih.
Proses selanjutnya sama dengan nomor 4.

Lepet sebaiknya dimakan setelah agak dingin.




Once in a lifetime



Once in a lifetime
there must be someone
you always want to share your life with,
and to stay by her or his side
as long as you may live.

Once in a lifetime
you want that special someone
to belong to you only
and to never have to share his life
with anyone else

Once in a lifetime
you want that special someone
to sing love songs
and to read love poems to only you

Once in a lifetime
you want that special someone
to thank you for the kids you have raised
and taken care of the way you should

Once in a lifetime
you want that special someone,
together with you,
to give them good examples to follow
to make them people
deserving love and honour



Happy Valentine's Day,
my dear kids.









Cah Tahu Jepang




Lembutnya tahu Jepang ini memang benar-benar memanjakan lidah! Selain tinggi protein, sajian ini pun banyak menggunakan sayuran yang bisa Anda pilih sendiri sesuai selera. Maka santapan pun, bukan hanya lezat dan bergizi, tapi juga menyenangkan bila tersaji di meja makan.

Bahan:
2 buah tahu Jepang, potong setebal 1 cm, goreng hingga kuning. Tiriskan.
1/4 dada ayam tanpa tulang, iris-iris.
7 buah bakso sapi atau ikan, belah empat

1 buah wortel, iris serong tipis
6 lembar sawi hijau atau caisim, iris serasi
2 batang sledri besar, potong serasi

Bumbu haluskan:
3 siung bawang putih
1 sdt lada putih
1 potong kecil jahe, memarkan

Larutkan:
1 sdm tepung tapioka
2 sdm air putih
1 sdm saus tiram
2 tetes minyak wijen
1/2 sdm gula putih (kalau suka) atau:
1/2 sdm kecap manis

1 gelas air panas
Minyak goreng untuk menumis.

Cara membuatnya:
1. Tumis bumbu halus hingga harum.
2. Masukkan daging dada ayam serta bakso, aduk hingga berubah warna.
3. Masukkan wortel dan sayuran lain, aduk lalu siram dnegan air panas. Tunggu mendidih, lalu masukkan larutan tapioka.
4. Terakhir masukkan tahu Jepang. Aduk sebentar lalu angkat.

Sajikan selagi panas.

11 Februari, 2009



Kue Bugis






Kue tradisional ini selalu menempati urutan atas dari seluruh kue tradisional kegemaran keluarga kami. Legitnya, fillingnya (unti) yang manis gurih, wah... tidak ada yang bisa mengalahkannya!!

Bahan biang:
1 sdm tepung sagu, seduh dengan 2 sdm air mendidih, aduk hingga kental.

250 gr tepung ketan
50 gr tepung sagu ubi (kalau ada Cap Boenga)
1 genggam daun suji, kira-kira 15 lembar
1 sdt air kapur sirih
5 lembar pandan
1/2 gelas air

Filling/unti:
1 buah kelapa muda diparut memanjang
200 gr gula merah (sesuai selera)
50 gr gula putih (sesuai selera)
garam sesuai selera
2 helai daun pandan
1/2 gelas air

Daun pisang tua untuk alas bugis ketika mengukus
Daun pisang yang masih muda untuk membungkus, gunting serong ukuran 15 x 15 cm.
2 sdm minyak kletik (minyak kelapa, kalau bisa buat sendiri)

Cara Membuat Filling/unti:
Campur semua bahan, lalu aduk rata di atas api sedang, hingga unti mengering.
Setelah dingin, buat bulatan-bulatan sebesar telur puyuh. Sisihkan filling ini.

Cara Membuat Bugis:
1. Daun suji ditumbuk halus, masukkan air. Air suji ini kemudian dibubuhi air kapur sirih dan kocok. Buang busanya, lalu saring.

2. Daun Pandan ditumbuk, beri sedikit air, campurkan ke dalam air suji. Aduk rata.

3 Campur tepung ketan dan tepung sagu, aduk rata dengan centong kayu. Masukkan biangnya. Aduk lagi. Masukkan air suji/pandan sedikit-sedikit sambil diuleni dengan tangan hingga adonan bisa dibentuk.

4. Ambil adonan bugis, buat bulatan, pipihkan dan masukkan filling/unti. Tutup rapat menjadi bentuk bundar.

5. Letakkan daun pisang di langseng, lalu bubuhi minyak kelapa. Setelah air langseng panas, masukkan bulatan-bulatan bugis. Kukus selama 20 menit.

6. Setelah matang, angkat tiap adonan dan letakkan pada daun pisang muda yang telah diolesi sedikit dengan minyak kletik. Bungkus dengan rapi.



Ikan Bumbu Bali




Harum, segar, gurih, lezat...
Perpaduan bumbu-bumbu tradisional memang akan menghasilkan masakan yang sempurna. Begitulah Ikan Bumbu Bali ini. Ikan yang digunakan boleh ikan jenis apa saja. Saya sendiri lebih suka ikan Kembung Banjar. Bandneg juga enak, namun agar lebih menyenangkan makannya, ikan bandeng harus direbus dalam panci tekan dulu agar seluruh durinya lumat. Selain ikan, kalau Anda seorang Vegetarian, Anda dapat menggantinya dengan tahu atau tempe.

Bahan:
2 ekor ikan Kembung Banjar, potong sesuai selera, beri air jeruk nipis, sedikit kunyit parut dan larutan asam jawa. Biarkan kira-kira 50 menit. Goreng hingga kuning. Tiriskan.

Bumbu Haluskan:
5 butir bawang merah
2 siung bawang putih
6 buah cabe merah (sesuai selera)
2 cm kunyit
1 iris jahe, sangan/bakar
3 buah kemiri sangan/bakar
1/2 buah tomat, buang biji
1 sdt gula merah (sesuai selera)
Garam sesuai selera

Memarkan:
2 batang serai
sepotong kecil laos

Biarkan utuh:
3 lembar daun purut
2 lembar daun salam
1 sdm kecap (sesuai selera)
1 gelas santan kental dari 1/2 buah kelapa

Minyak goreng bekas menggoreng ikan, untuk menumis bumbu

Cara Membuatnya:
1. Tumis bumbu halus, bumbu memar, daun purut, daun salam, hingga harum. Masukkan kecap manis serta santan. Aduk rata.
2. Biarkan mendidih sambil terus diaduk. lalu setelah agak mengental kuahnya, masukkan ikan gorengnya. Biarkan mendidih lagi, lalu angkat.


There is something in you
that only I can appreciate




People sometimes don't understand
what you think about,
why you say, or you do
things you do.
They may even think
what you think about,
say or do is just nonsense.

Why should I care,
while things you think about, say or do,
are only me who can understand and accept.

Why should I care,
while that something in you
is only me who can find and appreciate.

Why should I care,
because it's only YOU, too,
who can find and appreciate
something in me.





10 Februari, 2009



Kue Nastar




Kalau sudah mulai makan sebutir kue ini, rasanya kok ingin dua butir, tiga butir dst... kandungan kalorinya cukup tinggi lho, terutama karena nanas yang dibikin untuk fillingnya banyak mengandung gula! Tapi ya itu, kalau sudah makan sebutir, lupa deh soal kalori.. Yang ingat adalah, rasa manis, gurih, empuk, harum, semua ada di situ. Tak heran selalu saja setiap ada perayaan, kue ini hampir selalu ada di setiap rumah orang yang merayakannya.

(Karena saya menderita diabetes, maka saya selalu membuatnya dengan menggunakan gula diet yang pemakaiannya paling banyak 60% dari pemakaian gula biasa. Juga margarinnya terdiri dari dua macam: 65% margarin biasa, dan 35% margarin rendah kalori).

Bahan Filling:
3 buah nenas matang, bersihkan. Parut, lalu dibuang airnya (air nenas biasanya saya pakai untuk keperluan lain, misalnya membuat es, agar-agar, hunkwee, dsb).
4 buah cengkeh
1 sdm bubuk kayu manis
1/2 sdt pala halus
1/4 sdt lada halus
1/2 sdt peres vanili
400 gr gula putih (sesuai selera)
sedikit garam
2 lbr daun pandan, sobek-sobek.

Bahan Kue:
450 gr margarin
150 gr mentega
100 gr gula halus
6 btr merah telur
1/2 sdt peres vanili
3 sdm susu bubuk full cream
baking soda
800 gr. terigu kunci

Untuk Olesan:
3 butir merah telur, kocok dan campur dengan sedikit margarin cair

(Siapkan loyang untuk kue kering dan sedikit margarin untuk mengoles)

Membuatnya:
Filling:
1. Nenas yang sudah dibuang airnya dengan cara diperas, masak hingga kering.
2. Masukkan bahan lain, aduk terus hingga rata dan berwarna kecoklatan. Bila sudah kering, angkat. Buat bulatan-bulatan sebesar yang dikehendaki, lalu sisihkan.

Kue:
1. Kocok margarin, mentega, vanili dan gula hingga rata dengan kecepatan mixer paling rendah.
Masukkan merah telur satu per satu.

2. Setelah rata, masukkan terigu yang sudah dicampur dengan susu bubuk dan baking soda sedikit-sedikit sambil diaduk dengan spatula/sendok kayu hingga adonan dapat dibentuk.

3. Ambil adonan kue sesuai selera, dan bentuk bulat atau lonjong, atau bentuk apapun yang anda sukai. Beri ruang di bagian tengahnya untuk Filling nenas. Rapatkan hingga nenas benar-benar tertutup.

4. Letakkan di atas loyang yang sudah dioles margarin. Beri sedikit jarak antara kue yang satu dengan yang lainnya. Oles bagian atas dan seluruh sisinya dengan merah telur yang sudah dicampur margarin cair.

5. Sementara mengerjakan kue-kue itu, panaskan oven, 170-175 C.
Masukkan loyang-loyang bersisi kue, lalu panggang dengan api bawah dulu, kemudian setelah bagian bawah dan tengah kering, pindahkan api ke bagian atas, hingga kue kuning.

6. Setelah diangkat, letakkan di atas kisi-kisi untuk mendinginkan kue. Setelah benar-benar dingin, susun di dalam wadah. Tutup rapat.






Goreng Asem Tempe





Most of the time setiap minggu, saya selalu menghidangkan menu masakan Tempe untuk keluarga. Selain bernilai ekonomis tapi tidak kurang kandungan gizinya, juga Tempe akan menjadi hidangan yang lezat walaupun hanya dengan bumbu sederhana.
Ariyana sangat menyukai hidangan yang terbuat dari tempe.

Bahan:
300 gr tempe, potong-potong dadu

Haluskan:
5 butir bawang merah
2 siung bawang putih
1 cabe merah besar
1 buah tomat matang
1 potong terasi bakar
Garam sesuai selera

Memarkan:
1 iris lengkuas
2 batang serai

Biarkan utuh:
2 lembar daun purut
1 lembar daun salam

Minyak goreng untuk menumis
2 gelas air panas
1 sdt air asam jawa/sesuai selera
1 buah cabe merah iris serong tipis, untuk tabur

Cara Membuatnya:
1. Tumis semua bumbu halus dan bumbu lain hingga harum. Masukkan 2 gelas air panas. Biarkan mendidih.

2. Masukkan potongan tempe, aduk rata. Biarkan mendidih lagi, lalu kecilkan api, tuangi air asam jawa. Setelah mendidih kembali, taburi irisan cabe merah. Matikan api.

3. Hidangkan dengan nasi selagi hangat

Kelvin asks,

"Who is the apple of my mom's eye?"





"Who is a constant ray of sunshine"


"Who is a darling everyday?"


"Who can smile and laugh
in a sweet special way?"




"Who else ----- but Me !"

:)

09 Februari, 2009



Be proper and sincere




Regardless of how others malign us,
it is a chance to improve
our characters even more
.

(Still Thoughts)




Oseng Kerang dengan Soleng






Sebenarnya saya datang dari keluarga alergi. Alergi terhadap seafood. Tetapi manakala terhidang Oseng Kerang ini, saya berusaha melupakan gatal-gatal yang ditimbulkannya kemudian. Sebelum menyantapnya, saya minum obat anti-alergi. Problem solved!

Bahan:

500 gr, kerang dara kupas, rebus dengan arang kira-kira 3-4 menit untuk mengurangi efek alergannya, lalu angkat, siram dengan air matang. Sisihkan.
250 gr, soleng (kalau kecil, biarkan utuh. Kalau agak besar, iris serong).

Bumbu iris:
6 butir bawang merah, halus
5 siung bawang putih, halus
4 buah cabe merah besar, kasar
4 buah cabe hijau, kasar

Memarkan:
1 iris jahe
1 iris tipis lengkuas
2 batang serai

Biarkan utuh:
2 lembar salam
2 lembar daun purut

Sedikit minyak goreng untuk menumis
Garam, sesuai selera
Kecap manis sesuai selera
Asam Jawa, larutkan dengan sedikit air.
1/2 gelas air panas


Cara membuatnya:
1. Tumis semua bumbu hingga harum. Masukkan soleng, aduk hingga rata.
2. Masukkan kerang dara rebus. Beri garam, kecap manis. Aduk lagi hingga rata, masukkan larutan asam jawa dan air panas. Biarkan mendidih dan air mengering.
3. Angkat dan sajikan selagi panas.






Sambal Goreng Oncom





Yummy!!

Banyak orang tidak suka oncom, mungkin karena aromanya yang khas. Ada yang bilang aromanya pesing. Wah, wah, mereka belum nyaho ya kalau ternyata Oncom jadi makanan lezat dan nikmat bila dimasak dengan cara sederhana ini:

Bahan:
2 potong oncom merah (bukan oncom Bandung), remas-remas kasar. Sisihkan.
100 gr leunca.
1 papan petai (bagi yang suka)

Haluskan:
6 buah bawang merah
2 siung bawang putih
2 buah cabe merah, buang biji
3 biji kemiri
1 potong terasi, bakar
Garam, gula merah sesuai selera
1 sdt tauco manis

Memarkan:
2 batang serai
1 potong lengkuas
2 lembar salam biarkan utuh

Buang biji, potong kasar:
3 buah cabe merah
2 buah cabe hijau
1 buah tomat

3/4 gelas air panas

Cara membuatnya
1. Tumis bumbu halus, serai, lengkuas, salam, hingga beraroma. Masukkan leunca dan petai, aduk hingga cukup matang.

2. Masukkan oncom serta cabe merah, cabe hijau kasar dan tomat. Aduk rata lalu tuangi air panas. Biarkan air terserap oncom.

3. Angkat dan sajikan panas.






08 Februari, 2009

Ananta to papa


"Papa, your hands strongly hold me,
and you will be there to catch me
when I fall.


But as I grow older,
I promise to stand on my own
and will soon cope with everything
when I fall, myself,
because you have taught me
that sooner or later
I must go on my way
with your hand taking mine no more."






Dear Kids,
It's Chap Go Meh, 15 days after
the Chinese New Year celebrations




Decide to be happy today
to live with what is yours-

your family, your friends,
your business, your job, your luck.
If you can't have what you like,
maybe you can like what you have.

Today, learn to be more kind,
more cheerful, more agreeable,
more responsive, more caring,
and more understanding.

Look for the bright side of things