Tampilkan postingan dengan label Resep-resep Dapurku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resep-resep Dapurku. Tampilkan semua postingan

31 Juli, 2009




Churros Imut




Churros adalah makanan ringan (snack) masyarakat Spanyol yang kadang dianggap sebagai Donat mereka. Juga populer di Amerika Latin, Perancis, Portugal dan di Amerika, serta di kepulauan Karibia yang masyarakatnya berbahasa Spanyol.

Snack ini diberi nama Churro karena bentuknya yang menyerupai tanduk Churro yaitu hewan sejenis biri-biri padang rumput Spanyol.


Churro
Sumber gambar:
http://www.walksfaracres.com/images/NavajoChurroRamquatro.jpg



Churro sendiri mempunyai nama lain seperti, Porra, Calentito, dan Papita.
Dan jenisnya ada 2 macam:

1. yang panjang lurus dan tebal (disebut Porra), banyak terdapat di Madrid.
2. yang pendek, lebih tipis , bentuk tidak perlu lurus.
(Dan saya membuatnya pendek-pendek untuk mendapatkan kesan "imut", hehehe...)

Kabarnya, Churros di Madrid biasa dimakan dengan mencelupkannya kedalam secangkir kopi. Wah, sudah pasti campuran aroma kayumanis dan kopi membuat snack ini memang pantas disukai banyak orang!

Resep ini saya dapat dari buku resep hadiah seorang teman baik, Suzanna. Hallo Suz, dicoba nih resepnya. Anak2 saya suka sekali, mungkin karena begitu harum aroma kayumanisnya ketika digoreng. (Saya pakai kayumanis sedikit melebihi ukuran yang ada pada resep). Karena itu di foto ini warna Churros kelihatan agak gelap. Dan anak2-anak lebih suka Churros yang digoreng lebih lama agar sayup-sayup ada rasa "garing"nya. Sebenarnya tidak perlu seperti itu. Yang normal adalah kuning kecoklatan saja, dan tidak begitu garing.



Bagi yang diabetes seperti saya, tetap bisa makan snack ini lho, asal tidak terlalu banyak, karena gula yang digunakan hanya sedikit saja. Dan pula disajikan tanpa menaburi gula. Churros seperti inilah yang disukai anak-anak saya. Kalaupun mereka ingin sedikit lebih manis, yang ditabur adalah gula halus, bukan gula pasir biasa.

Bahan:
250 ml air matang
1 sdm gula pasir atau gula halus
Sedikit garam
175 gr tepung terigu berprotein sedang, ayak bersama dengan
1 atau 2 sdm (sesuai selera) kayu manis bubuk.
1 butir telur
Minyak untuk menggoreng
1 sdm air jeruk nipis.
Gula pasir atau gula halus untuk tabur

Cara Membuatnya:
  • Tuang air dalam panci. Masukkan gula dan garam, lalu didihkan di atas api kecil. Asuk terus hingga gula larut. Angkat dari api sambil terus diaduk.
  • Biarkan sesaat agar adonan tidak terlalu panas lagi. Masukkan campuran terigu dan kayu manis. Asuk rata hingga licin.
  • Masukkan telur. Aduk rata dnegan sendok kayu hingga adonan licin dan halus. Sisihkan.
  • Sementara itu panaskan minyak yang sudah dicampur dengan air jeruk nipis.
  • Masukkan adonan Churros kedalam contong yang sudah dipasang spuit bergerigi di ujungnya.
  • Semprotkan adonan langsung di atas minyak (ukuran adonan yang akan digoreng disesuasikan selera dengan cara menggunting adonan tersebut)
  • Goreng adonan hingga kecoklatan. Angkat dan tiriskan di atas kitchen paper.
  • Taburi gula pasir atas gula halus sesuai selera. Hidangkan selagi hangat.



09 Juni, 2009




Sup Rolade Ayam







Kadangkala anak sulit makan. Jangankan anak, remaja saja masih sulit, apalagi bagi mereka yang tidak mau jari-jemarinya kotor karena harus memegang ayam, misalnya.
Bagaimana kalau kita buat makanan yang mudah dimakan oleh mereka?

Sup Rolade Ayam adalah salah satu pilihannya.

Bahan untuk Rolade Ayam:

500 gr ayam giling
200 gr udang giling
3 siung bawang putih
1 putih telur ayam (pilih telur yang besar)
garam, lada, sesuai selera
50 gr buncis, bersihkan
100 gr wortel, potong memanjang kira-kira 10 cm.
Plastik untuk menggulung adonan

Bahan untuk kuah:
750 ml Kaldu ayam
garam, lada, pala halus, sesuai selera.

Untuk tabur:
2 tangkai daun bawang, iris tipis
2 tangkai seledri, petik2 daunnya, dan potong2 batangnya.

Cara Membuatnya:
Sementara mendidihkan kaldu ayam yang sudah dibibuhi garam, lada dan pala,

1. Campur semua bahan rolade, kecuali buncis dan wortel.

2. Ambil sehelai plastik, lalu letakkan kira-kira 2 sdm mucung adonan rolade. Pipihkan, lalu letakkan belahan wortel dan buncis. Gulung dengan diameter sesuai selera (biasanya saya menggulung dengan diameter 2 cm.) Padatkan, lalu ujung-ujungnya diikat dengan benang, tali, atau karet helang. Kukus dengan api cukup besar.


3. Setelah matang, diangkat dan dibiarkan dingin. Potong-potong sesuai selera


4 Ke dalam kaldu yang masih mendidih, masukkan potongan rolade. Taburi dengan daun bawang dan sledri. Bila suka, taburi bawang goreng sesaat sebelum disantap hangat.


(Untuk menambah nilai gizi, sebelum dimasukkan rolade ayam, masukkan potongan wortel, kentang, buncis, jagung, sesuai selera hingga matang)








Tumis Telur Cabe Ijo



Bosan dengan masakan yang itu-itu saja?
Coba sekali-kali bikin yang murah meriah, sedap dan hemat tenaga memasaknya.

Hidangan Telur mungkin beratus macam. Tetapi hidangan telur yang satu ini terasa pas di lidah, tidak terlalu banyak meninggalkan bau amis, agak pedas, sedikit asam, sedikit manis, sehingga terasa segar di lidah.

Bahan:

3 butir telur ayam, buat ceplok dengan menyembunyikan merah telurnya di dalam putih telur.
Sisihkan

Bahan bumbu:

3 butir bawang merah
1 butir bawang putih
1/4 butir bawang bombay, iris sesuai selera
2 buah cabe hijau, buang bijinya, iris sesuai selera
1 buah cabe merah, iris sesuai selera
1 iris tipis jahe, cincang halus
1 sdt tauco
lada, garam, kecap manis sesuai selera
2 lembar daun purut

Minyak goreng untuk membuat ceplok telur
1 buah tomat, buang biji, potong-potong kasar
1 gelas air matang
2 sdt air perasan jeruk limau

Cara membuatnya:
1. Tumis bumbu hingga harum dengan minyak bekas membuat ceplok telur. Masukkan air matang lalu aduk hingga rata.

2. Setelah kuah ini mendidih, masukkan air jeruk limau dan matikan apinya. Siram kuah ke atas telur ceplok yang sudah ditata di pinggan.

3. Siap dihidangkan


08 Juni, 2009



Madelaine




Wah, kue masa kecilku nih!!!!!
Sebenarnya, dulu saya suka dengan kue ini terutama karena model cetakannya yang kaya "Shell" itu, hehehee... Lucu, imut... Terus mulai makannya dari ujung-ujungnya. Wah, harumnya jeruk juga membangkitkan selera, tambah asyik lagi karena ternyata di dalamnya suka "ketemu" kismis, sukade, atau kenari...........

Resep kuno ini rasanya sih masih okay juga kalau mau dicoba. Waktu pembuatan yang tidak terlalu lama, bahan yang mudah didapat dan hasil akhir yang menggembirakan, menjadikan Madelain selalu tepat untuk dihidangkan sebagai cemilan buat keluarga. Buat teman kopi atau teh, wah..... ga bisa ngebayangin enaknya kan?

Karena keluarga saya tidak begitu menyukai rasa manis yang berlebihan, maka takaran gula dikurangi, apalagi ada pemakaian kismis, sukade atau cacahan cherry yang manis.

Bila tidak tersedia cetakan Madelaine, cetakan Muffin juga boleh lho. That's OK too....


Bahan:

165 gr terigu Segitiga Biru
1 sdt Baking Powder
2 butir telur
75 gr Icing Sugar
1 buah lemon, parut kulitnya (jumlahnya disesuaikan selera)
15 ml orange juice (bisa pakai yang kemasan, lebih praktis)
75 gr margarin, lelehkan, biarkan dingin.
Kismis dan/atau sukade, manisan cherry.


Cara Membuatnya:
  • Panaskan oven pada temperatur 190C
  • Oles cetakan Madelaine atau cetakan Muffin dengan margarin
  • Ayak tepung terigu dan baking powder.
  • Kocok telur dan icing sugar hingga kental. Masukkan parutan kulit lemon dengan menggunakan spatula karet.
  • Masukkan secara bergantian: tepung terigu yang sudah dicampur kismis/kenari atau manisan cherry, dan margarin yang sudah dilelehkan, serta orange juice, sambil terus diaduk hingga rata. Sisihkan selama 10 menit.
  • Perlahan, sendok adonan ke dalam cetakan hingga 3/4 dari permukaan.
  • Tekan adonan sedikit agar gelembung udara keluar.
  • Panggang selama 15 menit atau hingga kuning kecoklatan

Sajikan dengan secangkir teh atau kopi




04 Juni, 2009



Cherry Cherry Lady






Coconut Munchies mengilhami saya untuk membuat Cherry Cherry Lady ini. Dengan ditambahkan kelapa parut yang sudah disangan, kue ini terasa seperti Wajik Bandung. Karena memakai manisan Cherry, maka saya kurangi jumlah gulanya.
Esens Almond boleh diganti dengan Vanili atau esens jeruk.

Bahan:

2 putih telur
115 gr Icing Sugar, ayak.
115 gr Almond Giling
115 gr. Kelapa parut, disangan lebih dahulu, atau beli yang sudah dalam kemasan
Sedikit esens almond
50 gr. manisan cherry merah, dipotong kasar.

Membuatnya:
  • Panaskan oven di 150 C
  • Kocok putih telur dengan kocokan telur manual hingga agak kaku
  • Masukkan sambil terus diaduk: icing sugar, almond giling, esens almond, kelapa parut, hingga rata.
  • Masukkan manisan cherry. Aduk rata kembali
  • Letakkan adonan sesendok-sesendok di loyang tipis yang sudah dioles margarin. Panggang 25 menit hingga kekuningan.


Ayam Tausi






Sederhana saja bumbunya, tapi citarasanya..... boleh dicoba!
Menyantapnya harus selagi hangat, agar harum tausi masih menyengat.

Bahan:

1 buah dada ayam (buang tulangnya, potong-potong sesuai selera, beri air jeruk nipis dan garam, marinasi selama 30 menit).
1 buah cabe merah, buang biji. iris serong tipis.
1 tangkai batang sledri, potong-potong sepanjang1 cm.
2 helai jamur hitam kering, rendam dalam air hangat, bersihkan, dan potong-potong

Bumbu haluskan:
2 butir bawang merah
3 butir bawang putih
1 sdt biji lada, sangan sebentar.
1 iris tipis jahe
1/2 cabe merah buang biji.

1 sdm kedelai hitam siap beli
11/2 sdm pasta kedelai hitam, siap beli.
2 sdm kecap manis/sesuai selera
1 gelas air panas

Larutkan:
1/2 sdm tepung sagu
1 sdt saus tiram
beberapa tetes minyak wijen
1/2 gelas air matang
sejumput gula putih

Minyak goreng untuk menumis


Cara Membuatnya:


1. Tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan ayam, 2 macam kedelai hitamnyam kecap manis serta potongan batang sledri. Aduk rata lagi hingga ayam agak kaku dan menyerap bumbu. Masukkan cabe merah, jamur hitam dan air panas. Aduk rata.

2. Setelah mendidih, masukkan larutan sagu, aduk dan segera angkat bila kuah sudah mengental.

31 Mei, 2009



SIOMAI BANDUNG






Siomai Bandung bukan hanya disukai para remaja dan dewasa, tetapi juga anak-anak balita! Percaya?

Apa yang menyebabkan hidangan ini sangat disukai semua kalangan dan tetap populer sebagai makanan selingan? Saya rasa, karena tekstur siomai yang khas, ditambah saus kacangnya yang juga khas dengan harum air jeruk limau yang membangkitkan selera. Belum lagi bahan yang digunakan bisa bervariasi sesuai kesukaan.

Bahan Sayuran:
  • 3 buah tahu Cina/tahu putih besar, potong diagonal menjadi @ 4 potong. Buat lubang (lihat gambar)
  • 4 kentang siomai, kupas, bersihkan, kupas, iris sedikit bagian bawahnya agar kentang dapat berdiri.
  • 2 buah pare sedang (kalau suka), bersihkan, potong menjadi 3 atau 4 bagian, keruk dan buang bijinya.
  • 4 lembar daun kol, bagian tulangnya dibuang sedikit supaya tulang menjadi lebih tipis, lalu kukus hingga cukup lemas untuk pembungkus.
  • 3 buah telur ayam rebus, ambil bagian merahnya.
  • 2 buah ketimun sedang, potong menjadi 2 atau 3, keruk dan buang bijinya

Bahan Isi:

300 gr daging ayam cincang
50 gr udang cincang
75 gr tepung kanji (sesuaikan dengan selera)
2 siung bawang putih, ulek halus
1 sdm daun bawang yang sudah diiris halus
lada dan garam sesuai selera
1 sdt minyak wijen atau sesuai selera
1 btr telur kocok lepas
Kerukan tahu sisa melubangi, hancurkan
Merah Telur Rebus, hancurkan

Siapkan untuk mengoles:
1 sdm tepung sagu, larutkan dengan air matang

Bahan Saus Siomai
(pilihan pertama)

100 gr kacang tanah, sangan, bersihkan dari kulitnya.
3 atau 4 biji kemiri, belah belah dan sangan
3 buah cabe merah, kukus lalu buang bijinya
garam, kecap manis, cuka, sesuai selera
150 cc air matang
air jeruk limau, sesuai selera

(pilihan kedua, lebih praktis)
1/2 pak bumbu gado-gado siap pakai, hancurkan dan ulek halus.
3/4 gelas air panas untuk mengaduk
sambal botol, saus tomat dan kecap manis sesuai selera
air jeruk limau sesuai selera

Cara Membuat:

I. Bahan Isi:
Campur semua Bahan Isi (dan aduk hingga rata)

II. Bahan Sayuran:
  • Tahu * Bagian Tahu yang berlubang dioles dengan larutan sagu hingga rata ke permukaannya. Masukkan kerukan tahu ke dalam adonan siomai. Aduk rata. Masukkan adonan ini kedalam Tahu. Rapikan bagian permukaannya dengan cara mengoleskan larutan sagu Sisihkan.
  • Kentang * Keruk bagian tengah kentang seperti pada Tahu, olesi sagu lalu masukkan adonan isi. Oles lagi permukaannya degan larutan sagu.
  • Pare * Pare direbus dulu sebentar saja, lalu angkat dan tiriskan. Olesi bagian dalam Pare dengan larutan sagu, masukkan adonan lalu rapikan dengan olesan larutan sagu pada permukaan-permukaannya.
  • Daun Kol * Letakkan 1 sdm atau lebih adonan siomai di atas kol yang sudah dikukus. Lipat atau gulung dengan rapi seperti Anda membuat lumpia.
  • Telur Ayam Rebus * Keluarkan bagian merah telur, lumatkan lalu campur kedalam Adonan Isi. Tususk-tusuk bagian dalam putih telur. Olesi dengan larutan sagu. Masukkan adonan Isi dan rapikan dengan menambahkan olesan larutan sagu pada permukaan adonan Isi
  • Ketimun * Olesi bagian dalam potongan ketimun dengan larutan sagu dan masukkan adonan Isi.
Panaskan steamer atau langseng. Masukkan setiap potong siomai, kukus selama 25-30 menit.

III. Saus Siomai

(pilihan pertama)
Haluskan kacang tanah, kemiri, bawang putih, dan cabai merah, lalu tambahkan cuka, garam, kecap manis, dan air. Aduk rata. Sebelum disajikan, masukkan air limau.
Bila suka, taburi bawang goreng.

(pilihan kedua)
Bumbu gado-gado diulek halus, tambahkan air panas. Aduk hingga tercampur rata. Bubuhi saus tomat, kecap manis, dan perasan air jeruk limau.

Sajikan selagi panas.

30 Mei, 2009



Donat
(Cara Dasar Membuat Donat)


Sebenarnya cara membuat donat engga terlalu rumit, cuma saja, dulu, ketika saya belum mengikuti cara bikin roti yang benar di Bogasari Baking Center, di Tj. Priok, lebih dari 12 tahun lalu, seringkali gagal. Wah buang-buang bahan deh. Bisa adonannya pecah ketika digoreng, atau kue bantat, dsb.

Pengarahan yang diberikan bapak-bapak di BBC itulah yang membuat saya mengerti, ternyata banyak yang saya tidak ketahui sebelumnya (Bukan iklan nih!!! Tapi terimakasih banyak kepada bapak-bapak instruktur.... Jangan-jangan sekarang udah ada yang pensiun dan udah pada buka bakery nih! Semoga aja!)

Sayangnya, deep-fryer saya tidak sebesar yang ada di pakrik Bogasari.... jadi kadang adonan donat mesti "ngantri", akibatnya adonan yang nunggu giliran buat digoreng itu jadi terlalu mengembang, dan hasilnya engga bener!

Karena saya cuma punya sekian kecilnya deep-fryer, maka saya cari akal, yaitu: setiap kali saya membuatnya sedikit-sedikit saya. Nanti bila hampir selesai menggoreng ("babak pertama"), saya akan mulai menyiapkan adonan donat kedua. Ternyata hasilnya lumayan baik. Donat tidak "memble" karena dibiarkan terlalu mengembang.


Bahan:
400 gr terigu Cakra Kembar
100 gr terigu Segitiga Biru
200 cc air hangat kuku
100 gr gula halus (sesuai selera, tetapi semakin banyak gula, akan semakin cepat gosong waktu digoreng)
100 gr margarin
25 gr susu bubuk
3 butir merah telur
1 bungkus ragi dadak.
Minyak goreng cukup untuk merendam adonan


Cara membuatnya:
1. Campur semua bahan kering menjadi satu ke dalam panci mixer. Jalankan mixer dengan kecepatan terendah hingga bahan kering tercampur rata. Tingkatkan kecepatan.



Masukkan telur dan margarin serta air. Biarkan teraduk dengan baik hingga adonan kalis.



2. Keluarkan adonan dari panci mixer, lalu potong-potong adonan sesuai selera (saya sendiri memotong seberat 60 gram saja setiap potongnya)




3. Segera bentuk bulatan-bulatan. Tutup dengan lembaran plastik sambil dibiarkan mengembang.




Sementara itu panaskan minyak goreng dalam deep-fryer atau kuali di atas api sedang.

4 Sebelum dimasukkan, tiap potong diuleni dengan jari untuk mengeluarkan gas yang terbentuk selama proses pengembangan. Lubangi adonan dengan cara menusukkan jari telunjuk dari satu sisi menembus sisi lain, lalu putar menggunakan 2 jari telunjuk agar lubang lebih besar.

5. Segera masukkan kedalam minyak panas. Siram-siram dan balik agar kuningnya merata. Setelah kuning kecoklatan, segera angkat dan tiriskan.




Untuk Topping:
Bisa bervariasi sesuai selera. Biarkan donat benar-benar dingin, baru oles dengan butter cream sebagai alas Topping, atau lumuri gula halus, tanpa butter cream lagi.


Selamat mencoba.

Catatan:
Anak-anak saya lebih menyukai donat tanpa topping dan dimakan saat masih hangat.






29 Mei, 2009




Sup Bakso Udang







Enaknya dimakan siang hari ketika kita sedang lapar banget... :))
Gurih, segar... Lada mesti agak banyak supaya lebih mantap rasanya!
Arak Cina (sherry) dimaksudkan agar sup terasa lebih wangi.

Bahan:
Bakso Udang:

350 gr udang kupas, lunuri sedikit garam dan air jeruk nipis dari setengah buah.
1 sdm bawang merah goreng, haluskan
2 siung bawang putih, memarkan, cincang halus, goreng sebentar, tiriskan
1 butir putih telur
25 gr tepung tapioka
1/2 sdm daun bawang cincang
lada, garam, sesuai selera
1 sdt arak cina atau sherry
1/2 sdt minyak wijen

Kuah Kaldu:
  • Sedikit tulang ayam kampung (potong kasar)
  • 2 lt air
  • garam, lada halus,
  • 1 iris tipis jahe haluskan
Pelengkap:
  • Beberapa lembar bokcoi atau cai sim. Potong serasi.
  • Bila suka: jamur kering hitam (bokji) dan soun. Direndam, lalu bersihkan dan tiriskan.
  • 2 batang sledri
  • bawang goreng (dimasukkan sesaat sebelum dihidangkan)
Cara Membuat:
  • Bakso udang:
  1. Udang dihaluskan dengan blender, setelah itu campurkan bawang putih dan bawang merah goreng yang telah digerus halus, putih telur, tepung tapioka, daun bawang, garam, lada, arak Cina atau sherry, dan minyak wijen, hingga rata. Gunakan tangan untuk mengaduknya.
  2. Didihkan air dalam langseng, masukkan adonan udang yang sudah dibentuk bulat-bulat sebesar yang Anda kehendaki. Biarkan matang kira-kira 20-25 menit.
  3. Bila sudah matang biarkan tiris dan dingin.
  4. Sementara, siapkan kaldu ayam
  • Kuah Kaldu Ayam:
  1. Didihkan air, lalu masukkan potongan tulang ayam serta garam, lada dan jahe. Kecilkan api, dan biarkan rebusan sampai kira-kira 1 jam.
  2. Masukkan bakso udang ke dalam rebusan kaldu. Tambahkan batang sledri serta pelengkap lainnya.
  3. Sajikan Sup Bakso Udang ini selagi hangat.

Catatan:

Bakso akan terasa lebih nikmat bila digereng terlebih dahulu.





28 Mei, 2009



Pecun dan Bacang





Hari ini sebagian orang keturunan Tionghoa yang masih memelihara tradisi dan budaya nenek moyangnya, memperingati hari Pecun yang ditandai dengan BACANG.

Tidak ada hubungannya sama sekali dengan agama apapun. Hanya tradisi.

Sebelum saya menulis lebih lanjut, kita simak dulu artikel pada Lampung Post tentang peringatan Pecun ini:


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Bacang, Membangkitkan Kepercayaan

YANG tepercaya justru tidak dipercaya akibat hasutan kepentingan golongan. Yang benar justru tergusur. Fenomena itu terjadi sejak zaman dinasti di Tiongkok--mungkin sampai sekarang pun masih terjadi.

Kalau di zaman Dinasti Ming, sastrawan Qu Yuan juga dikenal sebagai menteri yang tepercaya dan setia, menolak konspirasi menjatuhkan kerajaan Chu yang digagas rekan-rekannya. Namun, ia justru dibenci.

Niatannya membantu sang raja yang sakit, malah dituduh meracuni sang raja. Akibatnya, Qu Yuan frustasi dan memilih bunuh diri di Sungai Mi Lou.

Hal itu segera diketahui rakyat, kemudian mereka berbondong-bondong berusaha menyelamatkan orang tepercaya itu dengan kapal sambil melempari bacang. Hal itu kemudian menjadi tradisi yang bertujuan untuk mengenang kebenaran, kepercayaan, dan kesetiaan. Tradisi itu disebut Peh Cun atau Perayaan Bacang.

Kalau menengok tradisi atau sejarah, rasanya hikmah perayaan Bacang amat pas dengan kondisi di negeri tercinta saat ini. Tengoklah kondisi kita yang kian carut-marut dengan merebaknya korupsi dan kemungkaran di sana sini.

Justru yang orang yang berbuat baik, jujur dan dapat dipercaya, kerap menjadi sasaran tembak dan dibilang biang kerok karena jumlah mereka yang amat sedikit. Hal ini juga yang membuat antipati masyarakat akan hukum dan keadilan yang berlaku di negeri ini.

Namun, kalau mau melihat pada esensi nurani, tentunya kita semua berharap bahwa kebenaran adalah nomor satu yang harus dikedepankan. Dan momen Perayaan Bacang bisa menjadi contoh buat kita semua untuk mengedepankan kebenaran dan menjadi tepercaya. n SRI AGUSTINA/L-1

(http://www.lampungpost.com/cetak/cetak.php?id=2008060514440249)


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Banyak sih versi legenda Bacang, seperti juga legenda-legenda perayaan tradisional Tionghoa lainnya. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa peristiwa itu terjadi pada zaman Dinasti Zhou. Tapi inti legendanya sama: Qu Yuan bunuh diri dengan melompat ke Sungai Miluo.


Salah satu legenda menyebutkan bahwa Qu Yuan bunuh diri karena ia kecewa terhadap sang raja yang tidak peduli dengan urusan negara, tetapi hanya dengan bermabuk-mabukan dan wanita-wanita penari atau penghubur saja. Kekecewaan dan rasa malunya terhadap apa yang dilakukan raja, maka ia berkeputusan untuk meninggalkan tugasnya sebagai menteri dengan bunuh diri di Sungai Miluo. Saat itu, mendengar kabar bunuh dirinya sang menteri, rakyat yang bersimpati kepadanya berduyun-duyun datang ke Sungai Miluo membawa bacang (yang memang makanan umum masyarakat) untuk dilemparkan ke dalam sungai agar perhatian mahluk-mahluk di dalamnya teralihkan sehingga mereka tidak memakan jenazah Qu Yuan, tetapi memakan bacang.

Peristiwa ini kemudian diperingati sebagai perayaan Pecun atau Duan Wu.

Ada lagi legenda yang menceritakan bahwa masyarakat saat itu percaya bahwa di dalam sungai hiduplah seekor naga besar. Agar dia hidup tenteram, dilemparkannyalah bacang untuk disantap sang naga.

Itu sebabnya pada peringatan Pecun di beberapa negara selalu diadakan Festival Perahu Naga yang biasanya jatuh pada hari ke lima, bulan ke lima kalender Tionghoa.

Apapun legenda yang kita dengar, entah memang peristiwa itu terjadi demikian atau tidak, BACANG selalu saja menjadi penganan yang cukup mengenyangkan dan juga tidak pernah kehilangan kepopulerannya.

Jaman saya kecil dulu, tidak ada dijual di pasar-pasar atau toko kue. Dua puluh tahun terakhir ini, kita mudah sekali mendapatkannya. Dan ingin menyantapnya, tidak perlu menunggu perayaan Pecun datang. Setiap hari selalu tersedia bacang yang segar.

Dalam kuliner Cina, bacang disebut Zongzi atau Zong saja, yang aslinya terbuat dari beras ketan yang diisi dengan daging (yang kemudian juga sayuran terutama bagi mereka yang vegetarian),
dibungkus dengan daun bambu lalu dimasak dengan cara dikukus atau direbus. Secara tradisional, pemasakan memakan waktu hingga berjam-jam. Dengan teknologi Pressure Cooker atau Panci Tekan, cukup 45 menit saja. Sungguh menghemat waktu dan bahan bakar, serta tenaga.

Bukan hanya beras ketan saja yang dipakai kemudian, tetapi juga beras biasa sehingga tidak begitu lengket. Yang banyak dijual di pasar dan menjadi selera umum adalah bacang beras biasa (disebut: Bacang Nasi). Umumnya memang daun bambu sebagai pembungkusnya, tetapi ada beberapa yang suka membungkusnya dengan daun pisang (untuk mendapatkan efek kehijauan pada nasinya dan aroma daun pisang yang dianggap lebh baik daripada aroma daun bambu)

Selain itu, daun pisang juga digunakan karena praktisnya, dibandingkan dengan daun bambu yang sebelum digunakan memerlukan penanganan lebih rumit: daun direbus dahulu, digosok satu sama lain untuk menghilangkan bulu-bulu yang ada pada helai daun. ditiriskan di bawah matahari, dan setelah kering baru bisa digunakan untuk membungkus.

Selain daun bambu dan daun pisang, juga banyak yang menggunakan daun teratai, daun andong, daun puspanyidra (tasbe), daun jagung, daun pohon jahe, dan juga daun pandan. Tentu saja untuk daun-daun berpelepah sempit, diperlukan beberapa lembar dan diatur agar lebarnya cukup untuk membungkus sebuah bacang. Setiap daun memberikan aroma tersendiri.

Tali pengikat.
Jaman dahulu ketika tali rapia atau tali plastik belum ditemukan, dipakai tali serat pisang atau tali agel. Jaman sekarang, tali plastik lebih mudah ditemukan dan harganya pun jauh lebih murah karena dibuat secara masinal, sedangkan tali serat pisang atau tali agel membutuhkan proses yang lama dan hasil produk sangat terbatas.


Isi Bacang bervariasi, tapi yang sangat umum adalah daging (apa saja). Cara memasak Isi bacang ini pun berbagai macam sesuai dengan selera dan adat setempat. Daging dengan sedikit daun bawang dan kecap manis (ini yang disebut Bacang Nonya di Malaysia dan Singapura). Ada pula yang dicampur jamur, lakchi, biji teratai, telur asin dsb. dengan kecap asin (Biasanya menjadi kesukaan orang-orang Tionghoa yang masih "totok"). Bahkan ada yang berisi pasta kacang merah manis dengan kacang (biasanya untuk kaum vegetarian).

Bentuk bacang juga bervariasi, ada yang bersudut 4 seperti umumnya yang kita lihat, hingga berbentuk silinder.

Di Jepang, bacang disebut Chimaki. Di Laos, Thailand, Kamboja dan Vietnam disebut bánh tro, sedangkan di dunia barat disebut Chinese Tamales atau Chinese Rice Dumplings.

Bacang yang seperti apa yang menjadi kegemaran Anda?





26 Mei, 2009




Kapri Cah Sapi






Bagaimana bila daging sapi dimasak dengan Kapri? Jangan tanya. Coba aja sendiri!

Pilihlah Kapri yang besar tapi muda. Saya seringkali memblansir kapri terlebih dahulu dalam air mendidih yang sudah diberi sedikit baking powder untuk mendapatkan warna hijau segar tapi kapri cepat lunak.

Disini saya juga menggunakan jamur kancing segar. Kalau tidak tersedia, boleh menggunakan jamur merang biasa. Daging sapi pilih bagian haas dalam sehingga tidak perlu memasak terlalu lama.

Bumbunya sederhana saja, seperti kebanyakan masakan Chinese lainnya. Jangan gunakan bawang merag karena jenis bumbu ini hanya akan membuat Kapri sedikit kehilangan warna hijaunya. Chinese rise wine atau arak tape/arak merah, akan memberi aroma segar dalam masakan ini. Agak sedikit manis bercampur asin yang seimbang, membuat masakan ini enak disantap selagi hangat.


Bahan:

1/4 kg daging sapi bagian haas dalam, iris tipis. Pulukl-pukul sedikit dengan alat pelunak daging. Sisihkan.
1/4 kg kapri besar yang muda, bersihkan. Biarkan utuh. (Bila suka, blansir terlebih dahulu)
1/4 kg jamur kancing, bersihkan. Bila perlu, belah dua.


Bumbu:

untuk marinasi daging sapi:
1 sdm kecap manis
kecap asin (sesuai selera)
1/2 sdt kecap inggris
1/2 sdt lada (sesuai selera)


Bumbu untuk menumis:

3 siung bawang putih, memarkan lalu cincang halus.
garam dan lada sesuai selera
1 iris jahe, memarkan.
3 potong daun bawang bagian yang putih, potong tipis memanjang

200 ml air panas


Larutkan:
1 sdm tepung tapioka
2 sdm air matang
2 sdm saus tiram
beberapa tetes minyak wijen
sedikit gula putih

1/4 sdt chinese rice wine (jangan lebih karena rice wine yang berlebihan akan merusak citarasa masakan akibat kandungan alkohol di dalamnya)


Cara membuatnya:

1. Marinasi daging sapi dengan bumbu kecapnya. Biarkan 20 menit agar meresap.

2. Sementara itu, tumis bumbu dengan sedikit minyak. Masukkan daging sapi yang sudah dimarinasi. Aduk hingga berubah warna dengan api besar.

3. Masukkan kapri dan jamur. Aduk rata. Siram dengan air panas. Tutup rapat 1 menit dengan api besar. Segera buka tutupnya dan masukkan arak merah serta larutan tepung tapioka. Aduk sebentar.

4. Angkat dan sajikan selagi panas.









Banana Muffins




Terimakasih banyak kepada Suzanna yang sudah menghadiahkan saya sebuah buku resep: "The Cookie and Biscuit Bible" ketika kami spending time bersama di Little Tokyo, Los Angeles.



Dari salah satu resep yang tertulis disitu, saya terinspirasi mencoba membuat Banana Muffins, hanya saja untuk lebih segarnya, saya tambahkan Preserved Blueberries sebagai pengganti kismis (raisins). Kebetulan saya punya persediaan Blueberry yang sudah dikeringkan. Tinggal direndam dulu sebentar di dalam Rum, lalu tiriskan. Siap dipakai!

Muffins biasa disantap pada temperatur ruang, tetapi ternyata anak-anak suka sekali memakannya saat masih hangat. Rasa sedikit asam dari Blueberry membuat kue yang sayup-sayup beraroma pisang dan kayumanis ini memberi sensasi yang berbeda daripada Muffins reguler.

Ayo kita mulai dengan mengumpulkan bahan-bahan yang mudah didapat.


Bahan:

225 gr. terigu (gunakan terigu dengan gluten rendah)
1 sdt baking powder
1 sdt baking soda
sejumput garam halus
1 sdt (sesuai selera) bubuk kayu manis halus
1/2 sdt parutan halus biji pala.
2 buah pisang matang betul, sehingga mudah dihaluskan (bisa gunakan pisang ambon atau cavendish)
1 butir telur
50 gr palm suiker (palm sugar)
50 ml minyak sayur
50 gr (sesuai selera) Preserved Blueberries atau Kismis
12 paper liners (untuk cupcakes). Masukkan masing-masing ke dalam cetakan Muffin.

Cara membuatnya:

1. Panaskan oven pada 190 C.

2. Ayak bersama: tepung terigu, Baking powder, Baking Soda, garam, bubuk kayu manis, dan parutan halus biji pala. Sisihkan.

3. Dengan mixer, haluskan pisang pada kecepatan menengah.

4. Masukkan telur, gula dan minyak sayur sambil terus dikocok.

5. Turunkan kecepatan mixer sambil masukkan sedikit-sedikit bahan kering (no. 2) ke dalam kocokan pisang. Terus kocok dengan kecepatan rendah hingga semua bahan cukup menyatu.

6. Aduk menggunakan sendok kayu sambil masukkan Preserved Bluberries atau Kismis. Jangan mengaduk terlalu lama.

7. Masukkan adonan hingga 3/4 penuh paper liner. Panggang selama 20-25 menit.
Pindahkan ke rak tiris hingga dingin.

Siap disantap!


Terimakasih, Suzan... Banyak yang akan dicoba lagi dari buku hadiahmu ini. I'll cherish the wonderful, precious book.



13 Mei, 2009




Goreng Asam Kulit Melinjo






Kulit melinjo untuk dikonsumsi berwarna merah, sepertinya hanya bisa ditemukan di daerah kelahiran saya, Serang, Banten. Di sana lebih populer dengan sebutan Kulit Tangkil. Dihasilkan dari limbah bahan makanan emping melinjo, yaitu buah melinjo yang sudah matang betul dan kulitnya berwarna merah tua.

Kulit melinjo memang terasa agak berbulu, kasar dan berbau langu. Namun bila tahu cara memasaknya, maka penganan yang dibuat dari bahan makanan ini justru bisa membangkitkan selera makan.

Hidangan dari kulit melinjo ini bervariasi. Ada yang lebih suka dimasak santan, ada pula yang hanya menggunakan beberapa biji kemiri saja, atau bahkan dimasak kering. Ada pula yang suka menggorengnya saja dengan kecap dan merica/lada lalu dimakan sebagai kudapan.

Sayangnya, kulit melinjo tidak selalu tersedia di pasar tradisional, apalagi di swalayan.
Tukang sayur yang setiap pagi berkeliling di kompleks perumahan kami pun berkata bahwa mereka tidak akan bawa kulit melinjo kalau tidak ada pesanan sebelumnya karena menurutnya, tidak banyak orang yang suka.

Nah, kalau saja Anda kebetulan menemukannya dan ingin mencoba memasaknya, mungkin resep di abwah ini adalah salah satu pilihan:


Bahan:

1/4 kg kulit melinjo merah (direbus sejenak demgan sedikit garam. Bilas, tiriskan)
300 gr tempe, potong sesuai selera
Atau kalau suka:
1/4 kg picung (buah kluwek yang masih muda. Rebus hingga matang dengan sedikit garam lalu bilas dan tiriskan)

Bumbu haluskan:
4 bawang merah
2 siung bawang putih
1 potong terasi, panggang lebih dahulu
1 buah tomat matang, buang biji dan kulitnya.

Bumbu iris:
2 buah cabe merah (buang biji)
1 buah cabe hijau (buang biji)
1 iris lengkuas
2 lembar salam (utuh)

1 sdm air asam jawa
2 gelas air panas
Garam, gula merah, sesuai selera

Cara membuatnya:
1. Tumis bumbu halus dan bumbu lainnya hingga harum.

2. Masukkan tempe atau picung, aduk rata. Masukkan pula kulit melinjo. Aduk rata kembali. Siram dengan air panas, beri garam, gula merah. Biarkan mendidih.

3. Sesaat sebelum diangkat, masukkan larutan asam jawa.

4. Segera angkat dari api, dan hidangkan dengan nasi hangat.

(Hmmmmmmmmm__________ ) :))

10 April, 2009





Ayam Kluyuk





Sayup-sayup terasa asin, manis, asam, pedas dengan aroma yang menggugah selera. Itulah Ayam Kluyuk. Engga ngerti juga kenapa disebut Kluyuk ya..... Apa "kukuruyuk" tapi pelafalan "r" jadi "l" seperti kebanyakan Tionghoa totok melakukannya..... ? Mungkin juga!
Tapi apapun namanya.... rasanya tetap istimewa!

Pilihlah saus tomat yang handal. Memang sulit mencari saus tomat asli sekarang ini (kecuali tomato paste), tapi setidaknya, warna yang terdapat didalamnya tidak terlalu mencurigakan... Salah-salah, dapat yang mengandung "wantek" untuk pakaian! Hehehe...

Bahan:
1 dada ayam tanpa tulang, potong tipis, marinasi 20 menit dengan:
1 sdm kecap asin dan 1 siung bawang putih yang telah dihaluskan.

Minyak goreng untuk menggoreng daging ayam

1/4 buah nenas potong-potong serasi

beberapa buah leci kaleng (bila suka)

1 buah ketimun, jangan dikupas, buang bijinya, potong serasi

2 siung bawang putih, memarkan, cincang

1/2 bagian bawang bombay, potong serasi

1/4 bagian paprika merah (bila suka), potong serasi

1 siung bawang putih, memarkan lalu cincang

1 iris tipis jahe

1 sdm saus tomat (sesuai selera)

Garam, lada halus, gula pasir, cuka (sesuai selera)

3/4 gelas air panas

Cara membuatnya

1. Masukkan ayam yang sudah dimarinasi ke dalam tepung sagu. Aduk rata, lalu goreng satu per satu dalam minyak panas. Angkat, tiriskan dan sisihkan.

2. Tumis bawang putih dan bawnag bombay dengan minyak bekas menggoreng ayam hingga harum. Masukkan semua bahan, aduk rata. Siram dengan air panas, aduk rata lagi.

3. Masukkan daging goreng yang telah ditiriskan. Aduk rata. Segera hidangkan selagi hangat.

08 April, 2009




Sup Water Chestnuts



Water Chestnut atau Eleocharis Dulcis, memang belum cukup populer di Indonesia, tetapi sudah cukup banyak dijual di swalayan-swalayan, bahkan di beberapa pasar tradisional atau modern.

Water Chestnut adalah umbi dari tanaman air, dan dapat dimakan mentah. Dagingnya berwarna putih bersih, garing seperti bengkuang atau lobak dengan rasa agak manis. Tumbuhan ini banyak terdapat di Tiongkok Selatan dan beberapa daerah di Filipina.

Sebagai bahan masakan, water chestnut biasanya dibuat sup, tumisan, dim sum, acar, atau salad, bahkan manisan. Di Tiongkok, water chestnut juga dibuat tepung sebagai bahan dasar pembuatan kue-kue dalam hidangan dim sum.



Keistimewaannya terletak pada "garingnya", yang tidak berubah bahkan setelah dimasak ataupun dikalengkan. Yang membuatnya demikian, menurut penelitian, adalah karena dinding-dinding selnya saling bersilangan yang diperkuat oleh zat felonik tertentu.

Kandungan gizi yang terdapat di dalamnya adalah karbohidrat, serat, riboflavin, vitamin B6, potasium, mangan dsb.

Bila ingin dimakan tanpa dijadikan hidangan sayur, sebaiknya chestnut ini direbus, dipanggang, atau dimasak dalam garam panas lebih dahulu untuk menghindari Fasciolopsiasis, yaitu penyakit yang disebabkan oleh cacing yang hidup di dalam usus halus manusia.

Manfaat Water Chestnut adalah mencegah sembelit, kanker kolon, menurunkan panas dalam serta berat badan.

Mulailah mengonsumsi Water Chestnut yang penuh gizi ini. Untuk dimakan sebagai kudapan juga OK.


Bahan:

1/2 dada ayam tanpa tulang, potong sesuai selera

50 gr wortel, potong sesuai selera

5 butir water chestnut, kupas, iris-iris tidak terlalu tebal.

4 lembar jamur kuping hitam, rendam air panas, bersihkan, bilas, potong-potong.

600 ml kaldu ayam

Bumbu haluskan:

3 butir bawang merah

1 siung bawang putih

1/2 sdt biji lada

1/4 biji pala, parut halus.

2 iris tipis jahe

1 sdm kecap ikan

Garam sesuai selera.

1 sdm bawang goreng

Cara membuatnya:

1. Tumis bumbu halus hingga harum bersama irisan jahe, masukkan potongan dada ayam. Bubuhi garam dan kecap ikan. Aduk rata, lalu masukkan berturut-turut wortel, water chestnut, dan jamur kuping hitam.

2. Siram dengan kaldu ayam. Biarkan mendidih rata.

3. Sesaat sebelum diangkat dari api, taburi bawang goreng.

Sup Water Chestnut siap dihidangkan. Nikmati selagi hangat.

Catatan: Jenis sayuran lain yang digunakan bisa apa saja.



07 April, 2009



Ifu Mi Brokoli






Sumber karbohidrat seperti Mi belum sempurna bila belum dimasak dengan mongombinasikannya dengan sayuran dan sedikit daging (bagi yang suka). Keistimewaan hidangan Ifu Mi adalah pada kombinasi ini.

Tidak khawatir kekurangan serat, vitamin dan mineral, kiranya sajian ini amat cocok bagi perkembangan anak-anak dan ketahanan tubuh orang dewasa.
Sebenarnya Topping pada Ifu Mi bisa saja dari sayuran lain. Bahkan hal itu lebih baik lagi daripada hanya sekedar brokoli.

Maka, rajin-rajinlah bereksperimen dengan bahan lainnya.

Bahan:
200 gr mi kering/mi telur
250 cc minyak untuk menggoreng mi.
150 gr, dada ayam tanpa tulang, potong sesuai selera
250 gr. brokoli, petik-petik, rendam air panas yang sudah diberi garam dalam wadah bertutup
kira-kira 5 menit. Tiriskan.
5 buah bakso ikan, belah 4.
100 gr udang peci, bersihkan
1 buah jamur hioko, rendam lalu iris-iris
500 cc kaldu ayam
Garam, lada, sesuai selera

Bumbu haluskan:
4 butir bawang merah
2 siung bawang putih
2 iris tipis jahe


Larutan tepung sagu, terdiri dari:
1 sdm tepung sagu
2 sdm air dingin matang
1 sdm saus tiram
3 atau 4 tetes minyak wijen
sejumput gula putih.

Cara membuatnya:
1.
Rebus mi selama 2 menit sampai matang. Angkat dan tiriskan. Bubuhkan 1 sdm minyak dan aduk agar tidak lengket satu sama lain.

2. Bentuk mi sesuai wadah yang akan digunakan untuk menempatinya,
lalu goreng sampai kecokelatan. Angkat dan tiriskan. Letakkan dalam wadah. Sisihkan.

3. Tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan daging ayam bakso ayam dan udang serta hioko. Tumis hingga udang berubah warna. Bubuhi garam dan lada. Aduk rata. Siram dengan kaldu ayam. Biarkan mendidih.

4. Masukkan brokoli. Biarkan matang (hati-hati jangan sampai terlalu layu).

5. Kentalkan dengan larutan tepung sagu. Siram merata di atas mi yang sudah ada di dalam wadah.

Sajikan selagi panas.



03 April, 2009





Cah Kapri







Garing, segar, manis... Begitulah Kapri muda. Dicah dengan udang, kapri terasa semakin mantap. Lalu apa saja manfaat kapri? Banyak! Antara lain: menurunkan tekanan darah, menurunkan kolesterol jahat, mengontrol insulin dan gula darah, memperlancar pencernaan dan mencegah konstipasi, mencegah kanker usus dan kanker payudara, mencegah hemorrhoid dan masalah pencernaan, mengobati tukak lambung, dll.

Nah, banyak kan manfaatnya? Tidak salah bila sering-sering mengonsumsinya.

Bahan:
300 gr. kapri muda, dibersihkan, buang ujung-ujungnya.
5 butir bawang merah, iris tipis
2 siung bawang putih, memarkan dan cincang halus.
100 gr. udang, belah punggungnya, kupas dan sisakan ekornya.

Untuk marinasi udang:
2 sdm larutan asam jawa
Garam sedikit saja
1/2 sdt bubuk ketumbar
1 sdm gula jawa
1 sdm gula putih (sesuai selera)

2 buah cabe merah(sesuai selera), iris serong tipis
2 sdm saus tiram
100 ml air panas

Cara Membuatnya:
1. Marinasi udang: Campur semua bahan hingga rata. Diamkan di bawah sinar matahari kira-kira 2 jam.

2. Goreng udang dalam minyak yang cukup, lalu tiriskan.

3. Tumis bawang merah dan putih serta cabe merah dengan sedikit minyak bekas menggoreng udang hingga harum.

3. Masukkan udang yang sudah dimarinasi. Aduk hingga udang berubah warna. Masukkan kapri. Aduk hingga rata, lalu bubuhi saus tiram. Siram dengan air panas. Aduk rata lagi hingga mendidih dan kapri matang. Segera angkat.

Sajikan selagi hangat.

01 April, 2009



Puding Pepaya





Siapa yang tak suka lembut dan manisnya, serta "juicy"nya pepaya? I bet, tak seorang pun!
Selain tekstur dan rasanya, warna jingga pepaya memastikan bahwa buah ini kaya beta karotin dan kandungan digestive enzymes (enzim pencerna makanan) pada pepaya lebih tinggi daripada buah lain, karena itu disebut juga, "pencahar dari Tuhan".

Resep puding pepaya yang mudah ini semoga bisa menjadi pilihan di kala datang rasa bosan mengonsumsi pepaya setiap hari. Terus terang, pepaya yang dijadikan puding tentu bukan dimaksudkan buat diet karena mengandung gula serta santan dan tepung hunkwee, walaupun seratnya tetap banyak karena bahan dasarnya agar-agar.

Bahan:
1 buah pepaya matang yang sedang besarnya, kupas, belah menjadi 2 bagian. Masing-masing buang bijinya.
1 bungkus agar-agar tanpa warna
3 sdm tepung hunkwee
Gula, garam (sesuai selera)
800 ml santan dari 1 butir kelapa tua
2 lembar daun pandan, sobek-sobek
1/2 sdt vanili

Pengeruk buah
1 gelas air dingin, beri sedikit garam

Membuatnya:
1. Keruk isi pepaya pada beberapa bagian tapi hati-hati jangan sampai ke dasar. Isi yang dikeruk masukkan ke dalam air dingin. Sisihkan.

2. Masukkan agar-agar, tepung hunkwee, gula, garam, daun pandan, vanili, kedalam santan di dalam panci.

3. Jerang di atas api sedang sambil diaduk. Setelah mendidih dan mengental, masukkan kerukan pepaya yang direndam dalam air, aduk rata jangan terlalu lama, segera angkat dari api.

4. Selagi panas dan cair, siram adonan ke dalam pepaya, ratakan. Biarkan dingin, baru bisa dipotong-potong sesuai selera.